Home News Update Aktivis Anti Korupsi Semarang Desak Presiden Tegas

Aktivis Anti Korupsi Semarang Desak Presiden Tegas

487
0
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Semarang, 24/1 (Beritajateng.net) – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Anti Korupsi Semarang mendesak Presiden Joko Widodo untuk bersikap tegas dalam polemik antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Konflik ini mengancam keutuhan NKRI,” kata koordinator Masyarakat Anti Korupsi Semarang Denny Septivian saat menggelar aksi di depan Markas Polda Jawa Tengah, Sabtu.

Menurut dia, penangkapan komisioner KPK Bambang Widjojanto oleh polisi merupakan bentuk kriminalisasi lembaga anti korupsi itu.

Selain itu, lanjut dia, tindakan itu sangat terlihat sebagai belas dendam polisi atas penetapan tersangka salah seorang pejabatnya Komjenpol Budi Gunawan.

“Banyak kejanggalan dalam penangkapan BW,” katanya.

Oleh karena itu, ia meminta presiden untuk bersikap tegas secara cepat.

Sikap tersebut, lanjut dia, sekaligus sebagai upaya menyelamatkan Polri agar kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut tidak hancur.

Presiden juga didesak untuk memerintahkan kepolisian menghentikan praktik kriminalisasi.

“Kriminalisasi sering dialami aktivis anti korupsi, pegiat HAM, lingkungan, dan sebagainya,” katanya.

Para aktivis juga mendesak kepolisian menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus Bambang Widjojanto.

Bambang Widjojanto ditahan Badan Reserse Kriminal Polri terkait kasus sengketa Pilkada Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah, pada 2010 lalu.(ant/bj02)