Home Headline Aktifis Anti Korupsi jadi Korban Kriminalisasi KPK

Aktifis Anti Korupsi jadi Korban Kriminalisasi KPK

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, 27/1 (BeritaJateng.net) – Seorang aktivis Gerakan Penyelamat Harta Negara (GPHN) Husmidun Hariadi alias Madun mengaku menjadi korban kriminalisasi oknum pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Madun dituduh melakukan penipuan atasnama KPK yang dilaporkan pegawai KPK,” kata pengacara Madun, Frederich Yunadi di Markas Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa.

Yunadi menjelaskan kliennya kerap memberikan informasi dugaan tindak pidana korupsi lebih dari 200 pengaduan kepada KPK.

Namun Madun kecewa lantaran laporannya tidak pernah ditindaklanjuti pihak KPK untuk dilakukan penyelidikan.

“Padahal nilai kerugian negara mencapai triliunan rupiah,” ungkap Yunadi.

Pada Oktober 2014, Yunadi mengungkapkan pihak KPK menuduh Madun menipu dan menggelapkan atasnama lembaga antirasuah itu ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Selain menangkap tersangka Madun, polisi menyita rompi bertuliskan “GPHN” dan uang tunai 800 dolar AS yang diduga pemberian seorang pejabat untuk acara pernikahan.

Yunadi menyatakan Madun siap mempublikasikan sejumlah kasus tindak pidana korupsi yang tidak ditindaklanjuti KPK.

Termasuk seorang pejabat Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal yang diduga terkait kasus tipikor mengakui tidak diperas tersangka Madun.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian publik yakni dugaan korupsi proyek pembangunan pasar di Kota Padang, Sumatera Barat. (ant/BJ)