Aksi Teatrikal Mahasiswa dan Warga Kendeng Warnai Penolakan Pabrik Semen Rembang

Aksi Teatrikal Mahasiswa dan Warga Kendeng Warnai Penolakan Pabrik Semen Rembang

SEMARANG, 09/01 (BeritaJateng.net) – Setelah22 hari warga Kendeng bertahan di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, warga bersama puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Jawa Tengah mendukung warga Kendeng dengan melakukan aksi teatrikal ditengah unjuk rasa menuntut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk segera mematuhi putusan Mahkamah Agung (MA) yang mencabut ijin Lingkungan Hidup pabrik semen di Rembang.

Dengan membawa sejumlah poster bertuliskan penolakan pabrik yang ditujukan untuk Ganjar Pranowo para pengunjuk rasa melakukan aksi treatikal di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah Senin (09/01/2017). Tidak hanya itu, massa juga membawa keranda serta boneka berbentuk pocong untuk Ganjar Pranowo. Keranda tersebut, diartikan sebagai simbol matinya hati nurani Gubernur Jawa Tengah yang tidak menutup pabrik semen di Rembang Jawa Tengah.

“Yang jelas kami disini, ikhlas tulus tidak membawa embel-embel unsur selain mahasiswa dan kami mau ijin lingkungan segera dicabut, tidak ada pabrik semen di Rembang. Melihat kasus ini, kami merasa miris melihat warganya sudah gerak tetapi bapak-bapak ibu-ibu yang ada di eksekutif itu kok, seakan diam dan tidak merespon sama sekali,” jelas Fladimer, salah satu mahasiswa pendukung penutupan pabrik semen di Rembang, Jateng.

20170109_122705Kali ini, massa mengadu kepada wakil rakyat yaitu DPRD Provinsi Jawa Tengah. Massa mengadukan dan meminta DPRD Provinsi Jateng untuk dapat mendesak Gubernur Jateng, segera mematuhi dan melaksanakan putusan MA. Selain itu, mereka juga meminta untuk mendorong adanya Moratorium pabrik semen.

“Rencana pendirian pabrik tidak hanya ada di Rembang, tidak hanya di Pati, tidak hanya di Grobogan, maka kami dan semua pendukung yang ingin melaksanakan kepedulian lingkungan, perlu membuat kesepakatan pentingnya untuk memoratorium ijin-ijin pabrik semen yang ada di Jawa Tengah,” terang Gun Retno, Koordinator Lapangan saat berorasi.

Warga Kendeng dan mahasiswa pendukung aksi tersebut akhirnya melakukan audiensi dengan perwakilan DPRD Provinsi Jateng. (Ed/El)

Tulis Komentar Pertama