Home News Update Aksi Sosial, Cara Bijak Buruh Solo Peringati May Day

Aksi Sosial, Cara Bijak Buruh Solo Peringati May Day

134
0
Pekerja yang tergabung dalam Serikat Perkerja Nasional (SPN) gelar aksi sosial donor darah.

SOLO, 30/4 (BeritaJateng.net) – Peringati hari buruh yang jatuh setiap tanggal 1 Mei, pekerja di Solo yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) sepakat tidak akan turun ke jalan. Namun mereka memilih menggelar aksi sosial berupa donor darah dan menggelar dialog interaktif terkait permasalahan yang dihadapi para pekerja.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Nasional (SPN) Hudi Wasisto menjelaskan pihak buruh sepakat menggelar aksi damai dengan menggelar acara sosial dan dialog interaktif yang didukung penuh oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan serta Kesehatan.

“Jelang acara peringatan hari buruh ada aksi sosial seperti donor darah dan dialog interaktif terkait masalah ketenagakerjaan,” jelasnya di Solo Jawa Tengah, Sabtu (30/4/2016).

Aksi sosial dengan menggelar donor darah lanjut Hudi, selain demi kebaikan diri sendiri juga memberikan manfaat bagi orang lain yang memerlukannya. Targetnya sebanyak 100 orang pekerja akan berpartisipasi menyumbangkan darahnya.

Sementara itu malam harinya digelar dialog interaktif yang akan dihadiri para pekerja, perusahaan, juga dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan serta Kesehatan.

Intinya dalam pertemuan tersebut pihak buruh akan menuntut dan memperjuangkan permasalahan ketenagakerjaan yang selama ini belum bisa meningkatkan kesejahteraannya.

Selain itu para buruh, tegas Hudi akan menuntut dicabutnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Selama ini belum ada standarisasi masalah upah buruh. Akibatnya UMK masing-masing daerah di wilayah Jawa Tengah berbeda-beda.

“Kita juga tuntut pengawasan ketenagakerjaan juga permasalahan hukum (law enforcement) ketenagakerjaan baik pidana atau perdata yang selama ini banyak terhenti di tengah jalan,” ucapnya.

Bahkan SPN juga berharap agar semua buruh terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) baik Ketenagakerjaan maupun Kesehatan. Banyak buruh yang belum masuk dalam BPJS. (Bj24).