Home Headline Aksi Pencurian di Sekolah Terekam CCTV

Aksi Pencurian di Sekolah Terekam CCTV

554
Pelaku pencurian di sekolah Semarang.

Semarang, 20/7 (BeritaJateng.net) – Aparat Polsek Genuk, Polrestabes Semarang berhasil menangkap satu dari dua pelaku pembobol ruang guru SD Negeri 01 Genuksari, Kota Semarang. Satu tersangka yang sudah ditangkap diketahui bernama Mukodari (24) warga Genuk, Kota Semarang. Sedang rekan pelaku bernama Dani masih dalam pengejaran dan dinyatakan DPO.

Peristiwa pencurian terjadi hari Senin (8/7) lalu sekitar pukul 08.00 WIB saat masih suasana libur sekolah, aksi pencurian terekam kamera CCTV Kelurahan. Dalam aksinya Mukodari bersama rekannya dani saat ini buron dan dinyatakan DPO.

Dari rekaman CCTV Mereka datang mengendarai motor dan berhenti di Kantor Kelurahan Genuksari yang persis berada di sebelah SD 01 Genuksari.

Mukodari melompat tembok pembatas, menuju ruang guru dan mecongkel jendela dengan menggunakan obeng. Setelah masuk ia langsung mencongkel satu persatu laci meja guru hingga mendapatkan uang Rp 2,7 juta dari satu laci.

“Saya masuk dengan menggunakan obeng,” kata Mukodari.

Sekitar 30 menit melakukan aksinya pelaku Mukodari kembali dengan membawa hasil kejahatan dengan menghampiri rekannya. Keduanya lantas kabur dengan mengunakan motor metik.

Dari hasi rekaman CCTV Kantor Kelurahan, Polisi berhasil meringkus pelaku di rumah orangtuanya di Sembungharjo Genuk. Uang hasil kejahatan digunakan untuk hiburan, membeli baju, dan sepatu.

“Uang saya gunakan berdua untuk beli beli dan habis,” ujarnya.

Penangkapan pelaku dari penyelidikan dilokasi setelah pihak sekolah melaporkan kejadian pencurian uang kegiatan sekolah sebesar 2,7 juta rupiah satu unit telepon genggam di laci meja guru.

“Aksi para pelaku terekam kamera CCTV yang ada di Kantor Kelurahan,” ungkap Kapolsek Genuk, Kompol Zainul Arifin, di Mapolsek Genuk, Kota Semarang, Jateng, Jumat (19/7).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Mukodari yang pernah ditahan dalan kasus penganiayaan ini harus kembali menjalani hukuman lantaran dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman setidaknya tujuh tahun penjara. (Nh/El)