Home DPRD Kota Semarang Akses Jalan Warga Ditutup PT Pasific Pertama Indonesia, DPRD Lakukan Sidak dan...

Akses Jalan Warga Ditutup PT Pasific Pertama Indonesia, DPRD Lakukan Sidak dan Sarankan Pembongkaran

Komisi C DPRD Kota Semarang lakukan sidak akses jalan warga yang ditutup PT. Pasific Pertama Indonesia.
Komisi C DPRD Kota Semarang lakukan sidak akses jalan warga yang ditutup PT. Pasific Pertama Indonesia.
Komisi C DPRD Kota Semarang lakukan sidak akses jalan warga yang ditutup PT. Pasific Pertama Indonesia.

Semarang, 14/9 (BeritaJateng.net) – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RT 2 RW 7 kelurahan Wonosarai Kecamatan Ngalian, Semarang untuk melihat secara langsung kondisi beberapa rumah warga yang akses jalannya ditutup PT Pasific Pertama Indonesia dengan alasan keamanan, Senin (14/9) sore.

Pimpinan Sidak Ketua Komisi C DPRD kota Semarang Khadarlusman bersama rombongan dari instansi terkait seperti Dinas Tata Kota dan perumahan (DTKP), Satpol PP Kota Semarang, Lurah dan Camat setempat mendatangi Perusahaan yang bergerak di bidang perlengkapan rumah tangga atau furniture itu.

Ketua Komisi C DPRD kota Semarang Khadarusman menilai sikap perusahaan dengan membangun pagar bumi sehingga menutupi rumah warga terlalu berlebihan, justru seakan ingin menyingkirkan warga setempat.

“Padahal jika dilihat dari perusahaan sebelumnya, tidak menimbulkan konflik dengan warga,” ujar Pilus, sapaan akrab Kadarlusman.

Rombongan yang diterima pimpinan Perusahaan PT Pasific Pertama Indonesia Rudi itu langsung menggelar rapat di kantor tersebut yang hasilnya pembongkaran akses jalan berupa pagar dari seng menjadi keputusan mutlak yang diinginkan warga.

Menurut Ketua RT setempat, Prihadi menyatakan keberadaan perusahaan sebelumnya hampir 25 tahun di kawasan ini tidak menimbulkan masalah, bahkan alasan untuk keamanan yang disampaikan perwakilan dari perusahaan yang bersangkutan dinilai tidak realistis.

Ia mengatakan sejak awal manajemen perusahaan tidak membuka komunikasi dengan warga setempat, bahkan keinginan dari warga untuk berdialog tidak pernah dibalas dengan baik, sehingga terkesan ingin menyingkirkan warga setempat dengan menutup akses jalan warga.

Pagar milik PT Pasifik Pratama Indone
Pagar milik PT Pasific Pertama Indonesia yang memblokade dan menutup akses jalan warga setempat.

Selain dampak sosial yang ditimbulkan atas pembangunan pagar bumi tersebut, ternyata Ijin Mendirikan Bangunan yang dimiliki PT Pasific Pertama Indonesia merupakan IMB tahun 2008 yang sudah kadaluarsa masa berlakunya.

Menurut Andi Wieryawan staf DTKP kota Semarang, ijin IMB yang dimiliki perusahaan tersebut sudah tidak berlaku, karena sejak 2008. “Oleh karena itu kami menyarankan agar pengerjaan pagar bumi tersebut harus dihentikan,” ujarnya.

Sementara perwakilan perusahaan PT Pasifik Pertama Indonesia Rudi menjelaskan, atas polemik ini pihaknya tidak dapat memberikan keterangan lebih jauh. “Terkait desakan, agar pembongkaran pagar bumi yang sedang berlangsung, kami akan berkordinasi dengan jajaran direksi perusahaan terlebih dahulu, karena kekukuhan perusahaan memagar karena jalan tersebut milik perusahaan,” ungkapnya.

Selain itu, pagar yang dibangun ini untuk keamanan warga karena nantinya jalan masuk tersebut akan dilalui kendaraan angkutan barang sehingga dikhawatir lalu lalang kegiatan perusahaan ini akan menganggu kenyamanan warga.

Setalah kegiatan Sidak komisi C DPRD kota Semarang, semua pihak terkait akan diundang dalam rapat komisi C di Dewan selain membahas lebih lanjut. Pihak dewan akan memeriksa kelengkapan ijin-ijin dari perusahaan tersebut, salah satunya melihat kawasan pabrik tersebut merupakan kawasan industri. (Bj)