Akper  Yakpermas Gelar  Penggabdian  Masyarakat  di Klampok

AKPER YAKPERMAS--Tim pengabdian masyarakat dari Akper Yakpermas  saat memberikan pelatihan kepada ibu-ibu  anggota dasa wisma wisma  RT 01/RW 09 Desa Klampok, Kecamatan Purwareja, Banjarnegara.
                Banyumas, 14/9 (BeritaJateng.net) – Empat  dosen Akademi Keperawatan  (Akper) Yakpermas, Banyumas  menggelar  pengabdian masyarakat di Klampok. Keempat dosen tersebut, selama tiga hari  berturut-turut , baru-baru ini  terlibat langsung  memberikan penyuluhan kesehatan tentang berbagai jenis tanaman obat yang berkhasiat kepada 20 ibu-ibu dasa wisma  RT 01/RW 09 Desa Klampok, Kecamatan Purwareja, Banjarnegara.
            Keempat dosen Akper Yakpermas itu, terdiri Wahyu Purbo Yuwono,M.Kes yang menyampaikan materi pentingnya menjaga dan mencegah terjadinya beberapa penyakit kronis. Kemudian   Sudiarto,M.Kep dengan materi jenis tanaman obat, fungsi dan cara mengolahnya,  Eko Julianto,M.Kes dengan materi cara membuat obat kulit berbahan dasar tanaman obat.  Dan Yuniar Dedy M.Kes yang membawakan materi  metode pemasaran produk secara online serta pentingnya hidupsehat dengan menjalankan program hidupbersih dan sehat.
            “Kegiatan ini  sangat bermanfaat sekali,sehingga kami jadi tahu berbagai jenis tanaman obat yang berkhasiat untuk mengobati beberapa penyakit kronis, seperti  diabetes melitus, kencing batu, dan stroke,”ujar Ny. Wati,  salah seorang  peserta penyuluhan kesehatan  yang diselenggarakan oleh Akper Yakpermas  itu.
            Salah satu anggota tim penyuluh kesehatan Akper Yakpermas, Eko Julianto  mengatakan, kegiatan ini untuk  memberdayakan  masyarakat menolong dirinya sendiri, dan menjadi lebih produktif  sehingga  mampu  meningkatkan  penghasilan keluarga.
            “Kegiatan utama dari pengabdian masyarakat ini adalah pembuatan  jamu untuk penyakit kronis, pengemasan  dan pemasaran secara online. Kami mendampingi penuh mereka selama enam bulan ke depan,”  ujar  Eko Julianto.
            Dalam kegiatan itu, lanjut  Eko Julianto, peserta dikenalkan  beberapa jenis tanaman obat,seperti  daun mimba, ciplukan, kunyit,daun gempur  batu, kayu secang, akar alang-alang,daun sambang darah,rimpang temulawak, dan daun dewa.
            Para peserta yang antusias mengikuti kegiatan itu, juga dilatih cara menanam aneka tanaman obat  secara organik. Di sini, para peserta yang sebagian besar ibu-ibu, terlibat langsung menyediakan media tanam.
“Mereka juga kami ajari metode  merebus bahan tanaman obat  menjadi jamu godog, dosisnya,cara mengkonsumsinya, serta cara mengemas yang hygienis sesuai standard  dari   Badan Pengawasan  Obat dan Makanan   (BPOM),” ujar Eko Julianto. (yit/el)

Tulis Komentar Pertama

TINGGALKAN TANGGAPAN