Home Headline Akibat Mabuk, Teman Dibantai Hingga Tewas

Akibat Mabuk, Teman Dibantai Hingga Tewas

tewas dibunuh

Blora, 1/4 (BetitaJateng.net) – Akibat pengaruh minuman keras, Slamet Setyo Basuki (38) tega menghabisi nyawa temannya. Pelaku berhasil ditangkap polisi tidak lama setelah kejadian. Pelaku ditangkap Polsek Kedungtuban di rumah orang tuanya di Desa Wadu Kedungtuban Blora.

Kepada polisi pelaku mengatakan, ia tega melakukan itu karena merasa tersinggung dengan kata-kata korban Hendri Susanto (29), warga Dusun Jetis, Desa Sidorejo. Sehingga tersangka melancarkan beberapa pukulan dan tendangan yang mengakibatkan korban tidak berdaya.

“Saya dikira tidak mengurusi anak. Saya jelas tidak terima,” katanya.

Kapolsek Kedungtuban, AKP Sugiharto, menjelaskan, peristiwa penganiayaan yang berujung hilangnya nyawa Hendi tersebut terjadi saat keduanya usai melakukan pesta minuman keras bersama enam orang temannya termasuk korban di Balai Desa Wadu pada Minggu malam (29/3/2015) sekira pukul 23.30 WIB.

“Tersangka merasa tersinggung dengan perkataan korban. Yang menganggap tersangka tidak mengurusi anaknya,” kata Kapolsek.

Merasa tidak terima dengan perkataan korban, tersangka tersulut emosi serta dalam pengaruh minuman keras, tersangka melancarkan pukulan pada kepala korban hingga jatuh tersungkur.

Setelah jatuh tersungkur, duda Satu anak itu kembali melancarkan dua pukulan keras pada tengkuk kepala korban hingga mengakibatkan tak sadarkan diri.

Pertikaian itu sempat dilerai oleh dua orang temannya. Namun tersangka kembali melakukan serangan dengan menendang tengkuk kepala koraban sebanyak dua kali.

“Akhirnya benar-benar bisa dilerai, kemudian korban dibawa dua temannya menggunakan motor untuk diantarkan pulang yang saat itu korban dalam keadaan tak berdaya,” jelas Sugiharto.

Sesampai di rumah, korban ditidurkan pada tempat duduk teras rumah dalam kondisi pingsan. Teman korban mencoba membangunkannya namun tidak ada reaksi. Kemudian keduanya meninggalkan korban begitu saja.

Dari keterangan tersangka, setelah pertikaian itu tersangka sempat mengecek keberadaan korban untuk memastikan sudah sampai di rumah.

Kematian korban sendiri baru diketahui keluarganya pagi hari sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Setelah dilakukan otopsi oleh tim forensik Polda Jawa Tengah di RSUD R. Suprapto Cepu, korban mengalami pendarahan di bawah selaput otak.

“Keterangan sementara, penyebab kematian korban diakibatkan karena terjadinya pendarahan dibawah selaput otak secara meluas,” kata Sugiharto.

Dari kejadian itu, tersangka dikenakan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyababkan korban meninggal dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (BJ31)

 

Advertisements