Home Lintas Jateng Akibat Diguyur Hujan, Kondisi Jembatan Bakalan Nyaris Ambrol

Akibat Diguyur Hujan, Kondisi Jembatan Bakalan Nyaris Ambrol

Jembatan di Jalan Giyanti Sambong yang nyaris ambrol
Jembatan di Jalan Giyanti Sambong yang nyaris ambrol
Jembatan di Jalan Giyanti Sambong yang nyaris ambrol

Semarang, 9/5 (BeritaJateng.net) – Akibat diguyur hujan deras yang turun beberapa hari terakhir, menyebabkan Jembatan Bakalan di Desa Giyanti, Kecamatan Sambong, Blora makin kritis.

Berdasarkan pantauan di lokasi, pondasi jembatan utara yang sebelumnya retak kini telah merembet hingga badan taludhingga nyaris ambrol. Begitu juga dengan sayap jembatan yang ambles dan memakanbadan jalan.

Jika sebelumnya hanya selebar tiga meter, telah melebar hinggamencapai sepuluh meter. Selain itu, bagian landasan oprit di sisi barat jugamakin memanjang. Pagar pembatas dari ranting pohon jati masih didirikan sebagaitanda peringatan.

Akibatnya warga dua dukuh di desa tersebut, yaitu Trisinan dan Giyantipun terancam terisolasi. Padahal, jembatan yang melintas di atas anak SungaiBatokan ini merupakan akses utama menuju Kecamatan Cepu.

Ketua BPD Desa Giyanti, Rusdianto menuturkan, setiap hujan turun, retakan padatiang dan sayap jembatan yang ambles terus bertambah. Sehingga, makin harikondisinya makin memprihatinkan.

“Sebelumnya kendaraan roda dua masih beranibersimpangan. Tapi sekarang tidak lagi. Begitu juga kendaraan roda empat. Harusekstra hati-hati kalau tidak ingin terperosok,” ujarnya, Sabtu (9/5).

Rusdianto mengemukakan, selain faktor alam, yakni derasnya aliran kali Bakalan,konstruksi bangunan yang tidak sesuai menjadi salah satu penyebab jembatan kininyaris ambrol. Apalagi, jembatan tersebut baru selesai dibangun akhir tahun2013 lalu. Seperti penggalian untuk pondasi yang mestinya hingga ke dasarsungai hanya dilakukan sebatas bibir sungai.

Totok, sapaan akrabnya mengungkapkan, minggu lalu, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Blora telah melihat langsungkondisi jembatan dan melakukan sejumlah perbaikan.

Namun, perbaikan tersebutdinilai tidak banyak membantu. Sebab hanya dilakukan dengan mengurug lubangjalan yang ambles dan menambal retakan.

“Hanya diurug dengan pedel dua rit dansemen dua sak untuk menambal retakan. Dan itu tidak ada gunanya. Karenasekarang retak dan ambles lagi. Bahkan hampir ambrol,’ ungkap Totok.

Camat Sambong, Luluk Kusuma mengemukakan, pihaknya sebenarnya telah melaporkankondisi jembatan Desa Giyanti kepada Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Blora. Hanya saja, sejauh ini belum ada tindakan lebih lanjut dari instansi terkait.

Dikemukakan, kini pihaknya telah mempersiapkan laporan kondisi terbaru darijembatan Desa Giyanti. “Kemarin laporan dan foto dokumentasinya sudah kitasampaikan kepada bupati. Dalam waktu dekat kita akan menyampaikan ke DPU agarsegera ditangani,” tandas Luluk.

Diberitakan sebelumnya, jembatan Desa Giyanti mulai retak dan ambles tanggal 30Maret lalu. Penyebabnya adalah gerusan air Kali Bakalan yang merupakan anakSungai Batokan. Jembatan ini merupakan akses utama yang menghubungkan sejumlahdesa di wilayah Kecamatan Sambong. 

Jika sampai ambrol, akan sangat mengganggu aktivitas warga, terutama anaksekolah. Karena untuk menuju Kota Cepu, mereka harus memutar melalui KecamatanKasiman, Kabupaten Bojonegoro yang jarak tempuhnya 3 kali lipat lebih jauh. Atau menembus lebatnya hutan melewati Desa Ledok, Kecamatan Sambong. (BJ31)

Advertisements