Home Ekbis Akibat Depresi Nilai Tukar Rupiah, Arus Petikemas Alami Penurunan

Akibat Depresi Nilai Tukar Rupiah, Arus Petikemas Alami Penurunan

596

petikemas

Semarang, 6/10 (BeritaJateng.net) – PT Pelindo III (Persero) Terminal Petikemas Semarang (TPKS) berhasil melakukan handling petikemas total sebanyak 49.520 TEU (Twenty-foot Equivalent Unit), yang terdiri atas 24.283 TEU petikemas impor dan 25.237 TEU petikemas ekspor sepanjang bulan September 2015 lalu.

Throughput petikemas TPKS periode bulan September 2015 ini sendiri mengalami penurunan tipis 1,5 persen bila dibandingkan dengan capaian bulan yang sama pada tahun 2014, yakni sebanyak 50.274 TEU dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Hal ini dikarenakan telah terjadi capaian handling petikemas yang relatif tinggi yakni sebesar 53,332 TEU, terjadi penurunan throughput sebesar 7,15 persen.

Walaupun terjadi penurunan dalam periode tersebut, pencapaian handling petikemas oleh TPKS secara global dari Januari hingga September 2015 mengalami kenaikan sebesar 5 persen, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2014 dari 435,141 TEU menjadi 456,780 TEU di tahun 2015.

Menyikapi hal ini, Edy Sulaksono selaku Manager Operasi TPKS memberikan statement bahwa penurunan perdagangan Jawa tengah yang tercermin melalui turunnya arus petikemas baik ekspor maupun impor ini banyak di sebabkan oleh memang pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar.

“Disamping itu juga perekonomian dunia secara umum cenderung mengalami perlambanan,” ujar Edy.

Sementara itu, General Manager TPKS Erry Akbar Panggabean mengatakan, fluktuasi arus handling petikemas di TPKS memang kerap terjadi, hal ini erat kaitannya dengan situasi dan kondisi perekonomian dunia belakangan ini. “Karena memang sekitar 90 persen petikemas yang melalui TPKS merupakan petikemas ekspor atau impor,” paparnya.

Di sisi lain, lanjutnya, sistem Job Order Online TPKS sudah mulai kelihatan berjalan stabil, dimana para pengguna jasa mempunyai kemandirian dan fleksibilitas waktu terkait bagaimana dan kapan mereka hendak mengajukan permohonan ekspor maupun impor, tidak lagi terkendala jam buka loket atau administrasi TPKS.

Hal ini bisa dilihat sendiri dengan bagaimana kantor TPKS sudah relatif lengang, tidak hiruk pikuk lagi seperti kondisi sebelum Agustus 2015 lalu.

“Petugas loket yang dulunya melaksanakan entry dokumen permohonan ekspor dan impor, sekarang difungsikan sebagai petugas Costumer Corner, yang dibuat untuk menerima dan mencari solusi atas keluhan pelanggan terkait aktivitas mandiri mereka melakukan permohonan ekspor dan impor melalui official website TPKS,” terang Erry. (Bj)

Advertisements