Home News Update Akalgirang Dukung Widhi Handoko, Rektor Undip Nilai Widhi Ideal

Akalgirang Dukung Widhi Handoko, Rektor Undip Nilai Widhi Ideal

304
0

image

Semarang, 7/6 (BeritaJateng.net) – Puluhan warga Wonogiri yang telah berdomisili di Semarang dan tergabung dalam Akalgirang (Arisan Keluarga Wonogiri-Semarang) menyambangi rumah bakal calon Wakil Walikota Semarang, Widhi Handoko, di Jl. Jatiluhur Timur ll RT.5 RW.5 No.205 Ngesrep Jatingaleh, Minggu (7/6).

Kedatangan mereka selain untuk mempererat persaudaraan sesama warga Wonogiri yang ada di kota lunpia juga sekaligus memberi dorongan moril untuk mendukung pencalonan Widhi Handoko menjadi orang nomor dua di Semarang.

“Seperti biasanya paguyuban warga Wonogiri-Semarang selalu berkumpul bergilir di rumah masing-masing anggota, dan kebetulan sekarang kita berkumpul sedulur Wonogiri di rumah pak Widhi Handoko,” ujar Hartono sesepuh Akalgirang Semarang bagian selatan. 

Ia menambahkan, jika sejatinya ada salah satu putra-putri Wonogiri yang akan maju menjadi bagian pesta demokrasi di Semarang akan mendukung sepenuhnya.  

“Suatu kebanggan untuk mendukung putra-putri Wonogori bisa berkiprah membangun kota Semarang dengan maju sebagai balon Wakil Walikota Semarang,” tegasnya.

Sementara itu, Widhi Handoko mengamini jika dukungan sedulur warga Wonogiri-Semarang akan mengalir kepada pencalonannya. Meskipun sebenarnya, menurut Widhi bentuk dukungan merupakan hak masing-masing pribadi. Namun dengan hadirnya para sesepuh dan anggota Akalgirang di kediamannya menunjukan sinyal positif dukungan.

“Ini lingkup kecamatan, kebetulan saya juga pembinanya, kita berkumpul masih terbatas sekitar 50 orangan untuk Akalgirang bagian Semarang Selatan. Meski ada ribuan anggota yang tersebar hampir di semua kecamatan yang ada di Semarang dengan masing-masing kelompoknya,” ungkap Widhi Handoko.

Dalam perkembangan pencalonannya, Widhi Handoko optimis mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI-P mengingat masa-masa perjalanan tes di DPD PDI-P mulai dari wawancara dan psikotest ia jalani dengan sempurna.

“Saya tak mau mendahului keputusan rekomendasi DPP, namun saya tetap optimis meski yang lainnya juga berpeluang yang sama,” ujarnya.

Ia berujar jika politik itu dinamis dan ranahnya sudah organisasi partai, maka hak preogratifnya juga tetap dipartai. Tentunya dengan pilihan yang rasional dan obyektif.

Sementara itu, Prof. Yos Johan Utama, Rektor Universitas Diponegoro Semarang memiliki pandangan tersendiri menyikapi adanya Balon Walikota dan Wakil Walikota Semarang, utamanya posisi Wakil Walikota Semarang. Ia melihat jika potensi Wakil Walikota Semarang juga memiliki andil dalam pemerintahan saat mendampingi Walikota terpilih nantinya.

“Masyarakat saat ini masih melihat seperti terkotakan dengan adanya dua Balon Walikota yakni Hendrar Prihadi dan Soemarmo, padahal masih ada  figur lainnya yang cukup penting yakni Balon Wakil Walikota,” katanya.

Dinilainya, jika Balon Wakil Walikota Semarang yang ada sebagai contoh Widhi Handoko, seorang akademisi memiliki, kapabilitas dan popularitas untuk mendampingi salah satu Balon Walikota Semarang.

“Jika terlihat di spanduk dan baliho berpasangan dengan Hendrar Prihadi, maka saya melihat idealis juga. Butuh seorang pemikir akademisi dalam kapabilitasnya pada ilmu yang dimilki Widhi Handoko yakni ahli Hukum Agraria,” tambahnya.

“Widhi Handoko memiliki kapabilitas di bidang doktoral ilmu hukum ahli pertanahan dan tata ruang, saya sangat mengenal Widhi. Dia juga memiliki basis organisasi dengan jaringannya yang cukup luas, dia ketua alumni Kenotariatan Undip, juga seorang yang low profil, sehingga popularitasnya cukup bagus dan elektabilitasnya bisa terangkat karena mempunyai popularitas yang cukup tinggi,” katanya.

Ia menilai, secara umum elektabilitas dan kapabilitas Widhi akan membantu partai pengusungnya dalam koalisi  yang dimotori PDI-P. Ada juga kemungkinan merapatnya PKB untuk mendukung pencalonan Widhi Handoko, karena Widhi bisa diterima semua golongan dan partai, meski pasti akan terjadi koordinasi dan konsesi (kesepakatan).

Alasan lainnya Widhi Handoko memiliki basis masa dan dukungan yang nyata dari berbagai LSM dan ormas-ormas yang ia terjuni serta jangan lupa kapabilitas keahlian sebagai ahli di bidang agraria dan tata ruang sehingga diharapkan dapat memberikan sumbangsih nyata dalam penataan infrastruktur dan tata kota.

Terpisah, Penilaian terhadap potensi Balon Wakil Walikota disampaikan pengamat politik dari Undip Semarang Turtiyantoro. Secara umum Turtiyantoro menyampaikan bahwa potensi yang besar itu ada pada kriteria yang dimiliki oleh calon wakil itu sendiri. Ide atau pemikiran yang jauh kedepan tentang pembangunan dan penataan tata kota sehingga Kota Semarang bisa mengimbangi kemajuan kota lain seperti Bandung, Surabaya dan kota metropolitan lainnya.

“Dibutuhkan ide dan pemikiran bagaimana memanfaatkan peluang besar yang dimilki Semarang, jangan sampai Kota Semarang terlalu lama pada kondisi seperti ini. Selain ide, tentunya butuh juga kriteria wakil yang bisa kerja dan dapat dukungan yang banyak dari masyarakat,” ujarnya.

Dalam program kerjanya Widhi Handoko sejak awal mencalonkan diri sebagai balon wakil dirinya mempunyai ide membangun Kota Semarang lebih modern sebagai Kota Berlian Segitiga Emas (Kota Agro, Kota Wisata dan Kota Niaga/Perdagangan-Industri). Ide atau pemikiran ini tentunya layak diapresiasi sebagai langkah awal membangun dan menata Kota Semarang lebih modern. Hal ini sevagai modal cukup untuk mendampingi Hendrar Prihadi sebagai Wakil Walikota Semarang pada Desember mendatang. (BJ05)