Home Headline Ajaib!! Tertimbun Longsor, Balita Asal Semarang Selamat Tanpa Luka

Ajaib!! Tertimbun Longsor, Balita Asal Semarang Selamat Tanpa Luka

Wakil walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengunjungi balita dan ibu selamat setelah tertimpa reruntuhan material bangunan yang longsor.

Semarang, 15/2 (BeritaJateng.net) – Tertimbun reruntuhan batu dan puing-puing bangunan rumah saat terjadi tanah longsor, seorang balita berusia delapan bulan di Semarang mendapatkan keajaiban dan tetap hidup sehat tanpa luka apapun.

Hujan deras beberapa hari di kota Semarang menyebabkan berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor. Di Tegalsari, kota Semarang, mukjizat terjadi pada seorang balita berusia delapan bulan bernama Hayu Sri Latifah.

Anak kedua dari pasangan Solikin (41) dan Susilowati (35) ini berhasil selamat dari maut setelah tubuh mungilnya terpendam reruntuhan bangunan akibat longsor.

Solikin menceritakan detik-detik bencana longsor terjadi. “Hujan deras sejak sore dan baru reda jam 8 malam. Saat itu saya sama istri saya Susilowati lagi ‘ngelonin’ (menemani tidur) anak sampai pulas. Tiba-tiba jam setengah 10 terdengar gemuruh. Saya kaget dan lompat, sedangkan istri sudah kena runtuhan batu bata, kusen dan genteng dan dalam keadaan kaki terjepit,” ujar Solikin.

Wakil walikota Semarang Hevearita GR menggendong Hayu Sri Latifah, balita yang selamat setelah terkubur puing-puing material akibat longsor.
Wakil walikota Semarang Hevearita GR menggendong Hayu Sri Latifah, balita yang selamat setelah terkubur puing-puing material akibat longsor.

Dia yang panik menahan tembok batu bata yang akan menerpa sang istri. Sementara tubuh mungil putrinya telah terkubur material bangunan.

“Saya teriak-teriak minta tolong sama warga. Langsung dijebol tembok batubata yang saya tahan itu sama warga setempat,” imbuhnya.

Alangkah terkejutnya Solikin mendapati anaknya tertimpa reruntuhan material. “Anak saya terlentang. Wajah tertimpa genteng dan reruntuhan, nangisnya tambah kencang. Langsung saya angkat, saya bersihkan wajahnya dan saya serahkan ke tetangga untuk dimandikan karena wajahnya penuh pasir dan sisa puing-puing,” katanya.

Setelah dievakuasi dari reruntuhan, Susilowati langsung dilarikan ke RS Roemani Semarang. “Benar-benar Mukzizat bagi kami bisa selamat dari runtuhan material longsor. Anehnya, Hayu (sapaan putrinya) tidak terluka sama sekali padahal terkubur material,” ujar warga RT 2/9 Kelurahan Tegalsari, Semarang ini. (El)