Home Headline Adu Cepat Pelari Obor Estafet Sejauh 4,71 Kilometer Kecamatan Gajah Mungkur

Adu Cepat Pelari Obor Estafet Sejauh 4,71 Kilometer Kecamatan Gajah Mungkur

524
0
Adu Cepat Pelari Obor Estafet Sejauh 4,71 Kilometer Kecamatan Gajah Mungkur
         Semarang, 1/5 (BeritaJateng.net) – Ratusan pelari, mengikuti  lomba lari obor estafet, sejauh 4 kilometer, jalur yang bervariasi tidak menyurutkan para peserta untuk mencapai garis finis meski tidak sedikit para pelari harus berjalan kaki. Lomba yang digelar, senin (30/4) malam ini digelar dalam rangka memeriahkan hari jadi kota semarang ke-471 yang jatuh pada tanggal 2 Mei besok.
         Ada 43 tim, atau sekitar 200 peserta  warga kecamatan gajahmungkur kota semarang, mengikuti lomba lari obor estafet. Para peserta dari berbagai usia, perwakilan rukun warga di kecamatan gajahmungkur kota semarang. Mereka beradu cepat untuk menyelesaikan jalur sepanjang 4,71 kilometer dibagi dalam lima etape masing-masing 800 meter.
          “Ada 43 tim, atau sekitar 200 peserta  yang diwakili masing masing RW di Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang,” ungkap Camat Gajahmungkur Bambang Pramusinto di sela sela kegiatan lari obor dan parade obor tingkat Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang Senin (30/4) malam.
         Adapun beberapa pos yang harus dilalui para pelari. Dimulai dari Taman Gajahmungkur, post pertama di Rumah Sakit William Booth, pos kedua pom bensin Kaligarang, pos tiga di Hotel UTC, dan pos empat di Tanjakan Tumpang dan berakhir di titik awal start.
         Untuk setiap satu tim diwakili lima peseta baik wanita maupun pria. Setiap pelari harus membawa obor dalam keadaan menyala, dan dilakukan secara estafet hingga sampai ke finish. Meskipun acara digelar pada malam hari, namun tidak menyurutkan semangat peserta untuk bisa menyelesaikan lomba.
         Camat Gajahmungkur Bambang Pramusinto menjelaskan, kegiatan ini sudah menjadi tradisi sejak lama di daerahnya. Filosofi digunakannya obor dalam kegiatan sebagai simbol kegigihan masyarakat Gajahmungkur pada zaman penjajahan Belanda dan Jepang silam.
          “Di mana pada saat itu warga dalam memperjuangkan kemerdekaan, berkomunikasi dengan menggunakan sinyal obor”, Cuma dulu skalanya kecil, hanya tingkat kelurahan saja,” tambahnya di sekitar taman Gajahmungkur, Semarang, Senin (30/4).
Adu Cepat Pelari Obor Estafet Sejauh 4,71 Kilometer Kecamatan Gajah Mungkur

Jalur yang bervariasi ada turunan datar dan tanjakan, tidak menyurutkan para peserta untuk mencapai garis finis, meski tidak sedikt para pelari harus berjalan kaki.

        “Banyak yang lebih kenceng, kita sebagai tim main sportif sekuat tenaga saja, yang penting mendapat pengalaman, kompak, kumpul bareng dan senang,“ ungkap salah satu peserta Dafi perwakilan RW 2 Kelurahan Bendan Ngisor, Semarang. Selain lari obor estafet juga dilombakan parade obor yang diikuti para pelari. (Nh/El)