Home Headline Adegan “Telanjang” di Salon Terekam CCTV

Adegan “Telanjang” di Salon Terekam CCTV

18651
Adegan pijat yang terekam kamera CCTV yang membuat salah seorang pelanggan mengamuk.
Adegan pijat yang terekam kamera CCTV yang membuat salah seorang pelanggan mengamuk.
Adegan pijat yang terekam kamera CCTV yang membuat salah seorang pelanggan mengamuk.

SEMARANG, 12/7 (BeritaJateng.net) – Seorang wanita sebut saja L (25) warga Semarang, mengaku kecewa dengan layanan di Salon AVE jalan Erlangga Barat Semarang.

Ia kecewa karena seluruh kegiatannya di dalam salon terpantau kamera CCTV pada Kamis (9/7) sore lalu. Ia juga tidak menyangka ruangan yang sangat privasi untuk pijat kecantikan juga dipantau kamera CCTV, padahal di ruangan tersebut pelanggan salon bisa saja telanjang saat dipijat.

“Saya tahunya setelah selesai di pijat, itu pun setelah saya tanya ke pihak salon. Seharusnya kan dari pihak salon memberitahukan sebelumnya kalau di ruangan itu ada kamera CCTV sehingga kita bisa hati-hati,” ujar L dengan penuh kekecewaan.

Karena dia merasa telah telanjang saat dipijat, wanita berparas cantik ini kemudian menanyakan ke pihak salon mengenai CCTV tersebut, oleh pihak salon disampaikan kalau kamera itu hanya untuk memantau bukan untuk merekam.

“Waktu saya tanyakan katanya gak tersimpan, hanya memantu kegiatan di dalam salon saja,” tambahnya.

Mendapatkan penjelasan itu, L pun bergegas meninggalkan salon. Namun sepanjang perjalanan ia merasa was-was dan akhirnya malam harinya ia pun menceritakan kejadian itu ke sodaranya yang laki-laki.

“Saya cerita ke sodara saya, meski sudah mendapatkan penjelasan katanya tidak tersimpan, tapi saya tidak yakin betul,” ujarnya lagi.

Dan untuk memastikan, keesokkan harinya pada Jum’at (10/7) sodaranya itu kembali mengkonfirmasikan lagi dan mendapatkan jawaban yang sama kalau rekaman CCTV tersebut tidak tersimpan ke dalam hard disk. Namun rupanya tidak puas dengan penjelasan itu, akhirnya bersama-sama mereka mendatangi salon tersebut untuk memastikan.

Mereka pun membawa serta seorang ahli dalam bidang CCTV untuk membuka rekaman tersebut. Dan betapa kagetnya mereka, karena setelah dibuka ternyata adegan “telanjang” L yang saat dipijat terekam jelas dalam rekaman tersebut.

Melihat hal tersebut, pihak salon AVE meminta maaf atas penjelasan sebelumnya yang mengatakan rekaman tidak tersimpan ke dalam hardisk.

“Saya minta maaf, saya menyampaikan hal itu karena menurut tim CCTV salon, rekaman CCTV tidak tersimpan ke hardisk karena hardisknya full,” ujar seorang wanita berambut pendek kepada pihak L.

Untuk mengamankan rekaman itu, pihak L meminta kepada pihak Salon AVE untuk meminjam hardisk tersebut dengan tujuan untuk menghapus adegan itu. Awalnya diperbolehkan bahkan telah membuat surat pernyataan, namun entah kenapa setelah sekira satu jam, tiba-tiba pihak L dilarang untuk membawa hardisk tersebut. Bahkan, pihak salon meminta kepada pihak L untuk menghancurkan hardisk tersebut secara bersama-sama.

“Biar sama-sama enak, pihak kami juga harus menjaga rekaman itu karena ratusan pelanggan ada di dalam rekaman, bagaimana kalau kita musnahkan bareng-bareng hardisk ini di sini,” pintanya.

Namun permintaan itu ditolak pihak L dan menanyakan bagaimana caranya menghancurkan hardisk, pihak salon pun tidak bisa memberikan jawaban. Pihak L tetap meminta untuk membawa hardisk itu namun tetap dilarang. Bahkan, pihak salon mendatangkan pengacara Aditya untuk menghadapi pihak L.

Sangat ironis, saat pihak L menanyakan kepada pengacara tersebut mengenai keberadaan CCTV yang memantau di ruangan privasi, dengan tegas menyatakan kalau hal itu tidak merupakan pelanggaran.

“Nah kalau hal ini menimpa isteri Anda, isteri Anda terekam dalam kondisi telanjang sementara isteri Anda tidak tahu bagaimana ?,” tanyanya.

Lagi-lagi pengacara Aditya mengatakan hal tersebut tidak masalah karena menempatkan kamera CCTV dalam ruangan privasi sekalipun bukan sebuah pelanggaran hukum. Bahkan pengacara itu seoalah-olah menantang jika pihak L akan menempuh jalur hukum.

Karena terkait dengan privasi, maka pihak L meminta untuk menghapus rekaman CCTV, dan setelah diambil kesepakatan dengan pihak salon, akhirnya hardisk yang berisi rekaman kegiatan di dalam salon termasuk di ruangan privasi dihapus dengan cara di format. Pihak salon juga berjanji akan melakukan evaluasi dengan adanya kejadian tersebut.

“Tak bisa dibantahkan lagi, bahwa semua pelanggan salon lainya pun mengalami hal yang sama, tak sadar bahwa waktu dipijat dan ganti baju direkam CCTV, jika semua tahu pun rasanya mungkin juga gak akan rela,” pungkas L. (BJ)

1 COMMENT

  1. Pengacara itu berarti pengacara GOBLOK..suruh belajar hukum lagi ato ngulang kuliah lagi aja..praktisi bicara dgn norma jgn cuma ngeyel..itu ruang privasi utuk umum..lain kmr privasi utk pribadi..contoh : klu kamar mandi umum di pasang cctv itu apa bukan pelanggaran..oon

Comments are closed.