Home Headline Ada 15 Titik Teror Bakar Mobil Dan Motor Di Semarang 

Ada 15 Titik Teror Bakar Mobil Dan Motor Di Semarang 

437
0
Polisi langsung datang untuk melakukan olah TKP aksi pembakaran mobil yang berhasil digagalkan warga

Semarang, 15/2 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan, jika saat ini Kota Semarang yang dipimpinnya masih mendapatkan cobaan berupa teror pembakaran mobil dan motor.

Pria yang akrab disapa Hendi ini pun mengungkapkan, jika sudah ada sebanyak 15 titik atau Tempat Kejadian Perkara (TKP), tindak pidana teror yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggungjawab ini.

“Sekarang lagi dicoba, dimasukin orang-orang tidak bertanggungjawab. Ada 15 titik (TKP) yang mobil dan motornya dibakar oleh kelompok atau orang yang tidak jelas. Dibakar, dia (pelaku) lari, tidak ada barang yang hilang. Korbannya juga tidak punya dendam, korbannya juga tidak termasuk salah satu tim sukses 01 atau 02,” tegas Hendi saat menghadiri acara Perayaan Imleks dan Valentin di Hotel Po, Paragon Mall, Kota Semarang Kamis (14/2) malam tadi.

Ketua FKPPI Jateng ini memperkirakan jika pelaku teror sengaja mengacaukan Kota Semarang yang dikenal aman dan damai. Dugaannya, supaya para warga Kota Semarang takut untuk datang ke TPS menyalurkan aspirasi saat Pileg dan Pilpres pada 17 April mendatang.

“Perkiraan kami ini memang mengacaukan kondusifitas Kota Semarang. Kekacauan yang sedang mereka lakukan, ini harapanya bapak ibu nggak datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara). Supaya bapak ibu penuh ketakutan, bapak ibu supaya liburan. Pak Po sudah mengingatkan kita, sebagai warga bangsa, mari kita datang ke TPS tanggal 17 April,” ungkapnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang ini juga meyakinkan kepada warga etnis Thionghoa supaya menyerahkan dan mempercayakan sepenuhnya keamanan kepada aparat kepolisian dan Pemkot Semarang.

“Persoalan keamanan, serahkan ada polisi, pada kita Insyallah Kota Semarang menjadi Kota yang lebih baik dan lebih hebat bersama rekan-rekan Minnan dan rekan-rekan seluruh warga Kota Semarang ini. Bapak ibu nggak usah takut, kita dengan polisi koordinasi baik,” ujar Hendi.

Hendi pun memberikan saran yang disampaikan oleh pihak kepolisian supaya Kota Semarang kunci supaya tetap aman dan kondusif.

“Saran dari rekan-rekan polisi, untuk bisa menghadapi hal-hal seperti ini, kuncinya cuman satu. Kekompakan. Jadi bapak ibu sekalian, mari kita kompak, kita buat Kota Semarang tetep menjadi Kota yang kondusif dan hebat. Sepakat? Sepakat njih?, pungkas Hendi. (El)