Home Headline ABK Yang Disandera Kelompok Abu Sayyaf, Satunya Asal Klaten

ABK Yang Disandera Kelompok Abu Sayyaf, Satunya Asal Klaten

709
Sutomo ayah tunjukkan foto Bayu Oktavianto, salah satu crew kapal yang di sandera kelompok Abu Sayyaf di perairan Philipina.

Klaten, 30/3 (BeritaJateng.net) – Penyanderaan Kapal Tug Boat Brahma 12 kelompok Abu Sayyaf di perairan Filipina juga membawa 10 orang sandera merupakan warga negara Indonesia yang bekerja sebagai crew di kapal pengangkut batubara.

Dari 10 sandera warga Indonesia tersebut salah satunya adalah Bayu Oktavianto asal Delanggu Klaten, Jawa Tengah yan bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di Kapal Tug Boat Brahma 12 .

Menurut Sutomo ayah kandung dari Bayu Oktavianto menceritakan bahwa Bayu memang benar bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di Kapal Tug Boat Brahma 12 bahkan sudah dua kali berangkat berlayar.

“Saat berangkat pertama kondisinya lancar, tidak terjadi apa-apa. Baru keberangkatan yang kedua ini ada musibah ini,” jelasnya di Klaten Jawa Tengah, Rabu (30/3/2016).

Sutomo juga mengaku, pihak keluarga tidak mendapat firasat apapun terkait musibah yang kini menimpa anaknya. Semuanya wajar saja dan tidak ada yang aneh.

“Bahkan sebelum kejadian, Bayu sempat menelepon saya minta ‘pangestu’ (doa restu) agar semuanya lancar. Bayu menelepon saat kapalnya sedang bersandar di Banjarmasin,” jelasnya di Klaten Rabu (30/ 3/2016).

Sutomo menyebutkan keluarga sempat mendapatkan telepon dari perusahaan dimana Bayu bekerja sebagai navigasi di Kapal Tug Boat Brahma 12 .

“Perusahaan mengabarkan sejauh ini belum di pastikan dimana Bayu dan kawan lainnya di sembunyikan. Perusahaan juga mengabarkan pihak penyandera meminta uang tebusan sebesar 15 miliar.

Saat ini keluarga hanya bisa berdoa dan pasrah serta berharap agar keberadaan WNI yang menjadi korban penyanderaan segera pulang ke tanah air dengan selamat. Keluarga juga memantau perkembangan kasus putranya dari media masa. (Bj24)