Home Headline Dewan Apresiasi Capaian NTP 2018

Dewan Apresiasi Capaian NTP 2018

455

SEMARANG – 28/2 (Beritajateng.net) Dari data Statistik yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah yang dirilis pada bulan Januari 2019 menunjukkan bahwa angka Nilai Tukar Petani (NTP) di provinsi yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani ini cukup menggembirakan. Yakni berada di angka 103,64. Angka tersebut cukup tinggi melebihi angka nasional yakni sebesar 103,16.

Dibandingkan dengan angka yang diperoleh provinsi tetangga sesama Pulau Jawa, NTP di Jateng berada di peringkat ke tiga setelah Jawa Barat sebesar 110,90 dan Jawa Timur sebesar 108,61. Sedangkan beberapa provinsi lain tercatat berada di bawah Jateng seperti Yoyakarta 101,26, Banten 100,52, dan DKI 100,44.

“Atas capaian tersebut, tentu kita bersama harus memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah melaksanakan program pemberdayaan petani dengan tepat,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Jateng Chamim Irfani, Kamis (28/2).

Nilai tukar petani (NTP) berdasarkan kamus Wikipedia adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Nilai tukar petani ini merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani,

“Angka 100 merupakan angka minimal capaian yang harus diperoleh petani. Dengan NTP sebesar 100 memiliki arti, antara pendapatan dengan modal yang dikeluarkan petani adalah sama. Ini berarti petani impas, tidak untung dan tidak rugi. Petani untung apabila NTPnya diatas 100,” jelasnya.

Lebih lanjt Politisi PKB ini menjelaskan, Bidang Petanian yang memberikan sumbangsih pada besaran NTP terdiri dari beberapa sektor seperti Tanaman Pangan, Hortikultura, Tanaman Perkebunan Rakyat, Peternakan dan Perikanan. Perikanan sendiri terdiri dari dua subsektor yaitu Perikanan Tangkap dan Budidaya.

Pada rilis NTP yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah Pada bulan Januari 2019 untuk bulan Desember 2018 besaran NTP pada sektor sektor tersebut adalah, Sub Sektor Perikanan Tangkap menjadi penyumbang angka terbesar yakni 118,22. Peringkat kedua disumbang sektor Tanaman Pangan sebesar 108,71 disusul Hortikultura 99,70, Tanaman Perkebunan Rakyat 105,09, Peternakan 99,62, Perikanan 104,24 (sub sektor Perikanan Budidaya 101,14).

“Tingginya angka NTP pada sektor Tanaman Pangan salah satu sebabnya adalah adanya intervensi dari pemerintah pusat melalui APBN yang salah satunya dialokasikan untuk subsidi harga kebutuhan pangan. Langkah ini menarik dicermati mengingat harga kebutuhan pangan akan selalu terkontrol di pasaran sehingga tidak ada lonjakan harga yang cukup tinggi. Disatu sisi petani diuntungkan karena bisa menjual produk pangannya dengan harga standar pemerintah dan tidak lagi dimainkan oleh tengkulak,” bebernya.

Muncul gagasan di benak Ketua Komisi ini, kalau dengan APBN bisa dilakukan, kenapa pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak mengalokasikan anggaran serupa dari APBD untuk subsidi harga kebutuhan pangan ini. Dia meyakini kalau APBD Jateng mengalokasikan hal yang sama maka petani kita akan semakin sejahtera.

(ADV)