Home Headline Empat Perusahaan Diadukan Tidak Menggaji Sesuai UMK

Empat Perusahaan Diadukan Tidak Menggaji Sesuai UMK

596
0

SEMARANG, 7/6 (beritajateng.net) – Selama bulan Ramadlan ini, Sebanyak empat perusahaan di Jateng dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) provinsi Jawa Tengah karena membayar karyawan dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Disnakertransduk Jawa Tengah Wika Bintang disela sela memantau pembayaran THR di beberapa perusahaan ternama di Salatiga, Kamis (7/6).

“Ada 4 perusahaan yang dilaporkan tidak membayar gaji sesuai UMK. Kalau gajinya saja tidak sesuai UMK bagaimana dengan THRnya?” ungkap Wika.

Wika Bintang menjelaskan, berdasarkan laporan tersebut, pihaknya telah menurunkan tim. Tim tersebut saat ini sedang melakukan kroscek kepastiannya dan diverifikasi. Jika memang perusahaan tersebut terbukti melanggar, akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Sanksinya, perushaan dikenai denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dicairkan. Uang itu akan dibagi kepada semua karyawan. Perushaan juga wajib melunasi kekurangan THR.

“Kalau sampai melanggar ketentuan THR itu kebangetan. Jangan sampai perusahaan menggunakan keringat manusia, tapi tidak menggunakan hati,” jelasnya.

Dari peninjauan pelaksanaan pembayaran THR yang dilakukan jajaran Dinas terhadap dua perusahaan di Salatiga masing masing PT kievit Indonesia, PT. Argo Manunggal Triasta dan satu perusahaan di Ungaran yakni PT Prima Cahaya Indobeverage diperoleh kepastian bahwa THR sudah diberikan sesuai ketentuan. Bahkan di ketiga perusahaan tersebut sudah diterapkan struktur skala upah sesuai dengan program Disnakertransduk.

“Tiga perusahaan ini bagus. Semuanya (THR) malah diberikan H-14. Gajinya juga sudah sesuai UMK (Upah Minimum Kabupaten/kota),” jelasnya.

Sesuai UU Ketenagakerjaan, Tunjangan Hari Raya (THR) diberikan paling lambat H-7 Lebaran atau Jumat (8/6).

“Kalau sampai melanggar ketentuan THR itu kebangetan. Jangan sampai perushaan menggunakan keringat manusia, tapi tidak menggunakan hati,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Kievit Friesland Campina Indonesia, Dwi Sutoro menegaskan, pihaknya sudah biasa memberikan THR sejak H-14 Lebaran. Perushaan asal Belanda ini juga memberikan besaran THR satu kali gaji.

“Gaji di sini sudah di atas UMK semua. Yang paling sedikit, di kisaran Rp 5 juta,” pungkasnya.

(NK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here