Home Headline Jalan Utama Banjarnegara-Karangkobar Kembali Tertutup Longsor

Jalan Utama Banjarnegara-Karangkobar Kembali Tertutup Longsor

Ilustrasi

Banjarnegara, 4/1 (Beritajateng.net) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menyatakan bahwa ruas jalan utama Banjarnegara-Karangkobar kembali tertutup longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang.

“Ruas jalan tersebut kembali tertutup longsor pada pukul 18.05 WIB akibat hujan deras yang mengguyur Kecamatan Karangkobar sejak pukul 17.00 WIB,” kata Koordinator Posko Aju BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo di Karangkobar, Banjarnegara, Minggu malam.

Menurut dia, longsoran dari tebing setinggi 10 tersebut tidak hanya menutup ruas jalan tetapi juga jembatan darurat pelat baja di Dusun Jemblung.

Oleh karena itu, kata dia, ruas jalan Banjarnegara-Karangkobar yang juga merupakan jalan utama menuju Pekalongan untuk sementara ditutup sehingga arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif.

“Alhamdulillah di saat longsor itu terjadi, tidak ada kendaraan atau warga yang melintas karena mereka memilih jalur alternatif jika terjadi hujan deras. Kami berencana menyingkirkan material longsoran yang menutup ruas jalan dan jembatan itu besok pagi (Senin) di saat kondisi cuaca cerah,” katanya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya jenazah korban bencana longsor yang kembali ditemukan, dia mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menemukan jenazah para korban bencana yang terjadi pada tanggal 12 Desember 2014 itu.

“Kami terakhir menemukan jenazah pada hari Sabtu (3/1), hari ini belum menemukan kembali,” katanya.

Bencana tanah longsor yang melanda Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, pada hari Jumat, 12 Desember 2014, sekitar pukul 17.30 WIB, menimbun sekitar 35 rumah warga.

Sementara jumlah warga Dusun Jemblung yang tertimbun longsor diperkirakan mencapai 108 orang. Jumlah tersebut belum termasuk warga luar Dusun Jemblung yang kebetulan melintas saat bencana itu terjadi.

Dalam operasi pencarian korban longsor yang dilaksanakan hingga hari Minggu (21/12) sebanyak 95 jenazah berhasil ditemukan, 64 jenazah di antaranya teridentifikasi sebagai warga Dusun Jemblung.

Selanjutnya pada hari Kamis, 25 Desember 2014, petugas BPBD Banjarnegara bersama relawan dan masyarakat menemukan dua jenazah korban longsor Dusun Jemblung saat hendak mengangkat sebuah mobil yang tertimbun material longsoran.

Jenazah laki-laki dan perempuan itu berada di dalam mobil yang hendak diangkat itu.

Setelah dilakukan proses identifikasi, jenazah laki-laki itu diketahui bernama Aji Istanto, warga Desa Tempuran, Kecamatan Wanayasa, dan oleh keluarganya langsung dimakamkan, sedangkan jenazah perempuan tidak diketahui identitasnya sehingga dimakamkan di pemakaman massal korban longsor Dusun Jemblung.

Selanjutnya pada hari Sabtu (3/1), Komunitas ‘Jeep Off-Road 4×4’ yang bertugas mengevakuasi kendaraan-kendaraan yang tertimbun longsor di Dusun Jemblung menemukan sesosok jenazah anak perempuan berusia sekitar empat tahun dalam sebuah mobil yang hendak diangkat dari sungai.

Jenazah yang teridentifikasi sebagai Aya binti Mulyanto, warga Dusun Jemblung, itu langsung dimakamkan.

Dengan demikian, secara keseluruhan jumlah jenazah yang ditemukan sebanyak 98 orang, 65 orang di antaranya dapat diidentifikasi sebagai warga Dusun Jemblung.(ant/Bj02)

Advertisements