Home Headline 70 Persen yang Terjaring Razia Masker di Semarang Justru Anak-anak Muda

70 Persen yang Terjaring Razia Masker di Semarang Justru Anak-anak Muda

198
70 Persen yang Terjaring Razia Masker di Semarang Justru Anak-anak Muda
Dua pemuda kedapatan tidak mengenakan masker dan terjaring razia Satpol PP Kota Semarang.

SEMARANG, 16/9 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 967 orang terjaring razia masker yang dilakukan petugas Satpol PP Kota Semarang selama kurun waktu satu bulan. Hal ini tentu menjadi keprihatinan tersendiri di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, sebanyak 70 persen dari jumlah tersebut merupakan anak muda yang memiliki rentan usia 20 hingga 35 tahun.

“Kami prihatin tiap hari tambah terus. Saya amati mereka jenuh karena Covid-19 sudah berjalan delapan bulan dan tidak ada perubahan. Saya minta masyarakat jangan berpikir kapan Covid-19 berhenti tapi berpikirlah jaga protokol kesehatan,” papar Fajar saat melakukan razia masker gabungan bersama Polda Jateng dan Polrestabes Semarang di kawasan Simpanglima.

Dia menyebutkan, para pelanggar protokol kesehatan ini memiliki berbagai alasan tidak memakai masker, antara lain tidak membawa masker, lupa, atau sengaja tidak memakai karena merasa tidak nyaman.

Bahkan, tambah Fajar, kesempatan razia masker ini digunakan segelintir orang untuk mencari viral.

“Kalau saya amati dia ingin viral. Kita juga bingung kenapa anak-anak seperti itu. Termasuk balap lari liar di Simpanglima itu karena mereka ingin eksis, jenuh berada di rumah saja,” ujarnya.

Fajar menegaskan, akan menerapkan sanksi lebih berat satu diantaranya membersihkan sungai kotor sesuai instruksi Wali Kota Semarang.

Hal ini untuk memberikan pelajaran bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan terutama anak-anak muda.

“Kalau yang diatas 55 tahun, kami sebatas mencatat BAP (berita acara pemeriksaan) kemudian suruh pulang,” imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menekankan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) tanpa batasan periode masih diberlakukan mengingat Kota Semarang masih rentan terjadi penyebaran Covid-19.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap tim patroli di seluruh kecamatan dan meminta tim Satpol PP Kota Semarang untuk lebih aktif melakukan razia protokol kesehatan.

“Kalau perlu jangan hanya nyapu, kalau perlu suruh masuk sungai yang kotor dan banyak sampah supaya ada efek jera. Ini yang akan kami lakukan,” jelas Hendi, sapaan akrabnya.

Menanggapi terkait banyaknya anak muda tidak memakai masker, Hendi mengingatkan bahwa Covid-19 bukan rekayasa atau konspirasi semata.

Terbukti, ada sekitar 600an warga Semarang yang sudah meninggal dan 500an warga sedang berjuang sembuh dari Covid-19.

“Kepada seluruh warga, khususnya anak muda, mari jaga diri dan lingkungan dengan cara 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Lakukan itu sudah menjadi sumbangsih memutus mata rantai Covid-19,” ajaknya.

Dia menambahkan, pihaknya juga mengaku prihatin dengan adanya event lari liar yang diikuti sejumlah anak muda beberapa hari yang lalu. Petugas pun sudah menertibkan dan meminta agar tidak mengulangi perbuatan serupa. “Event lari liar sudah kami tertibkan. Mudah-mudahan tidak diulang lagi,” ucapnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × three =