Home Lintas Jateng 70 OPD Semarang Komitmen Percepat “Smart City”g

70 OPD Semarang Komitmen Percepat “Smart City”g

522
Bimbingan Teknis Ke-4 Implementasi Gerakan Menuju 100 Smart City dan Nota Kesepahaman (MoU) Organisasi Perangkat Daerah Kota Semarang terkait Pelaksanaan Pembangunan Kota Pintar.

Semarang, 3/11 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 70 organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Semarang berkomitmen melaksanakan percepatan program “smart city” sesuai kerjanya masing-masing.

“Kita ber-70 sudah menandatangani kesepakatan untuk bisa mengembangkan `smart city` di Kota Semarang. Sikapi ini bukan sekadar seremonial,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, Kamis.

Hal itu diungkapkannya usai Bimbingan Teknis Ke-4 Implementasi Gerakan Menuju 100 Smart City dan Nota Kesepahaman (MoU) Organisasi Perangkat Daerah Kota Semarang terkait Pelaksanaan Pembangunan Smart City.

Penandatanganan MoU percepatan “smart city” tersebut dilakukan mulai kepala dinas, kepala bagian, camat, dan jajaran badan usaha milik daerah (BUMD) yang berada di bawah koordinasi Pemkot Semarang.

Ikut pula hadir dan menandatangani MoU tersebut, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Adi Trihananto.

Hendi, sapaan akrab orang nomor satu di Kota Semarang itu mengingatkan jajaran OPD bahwa kegiatan bintek “smart city” dan penandatanganan MoU itu bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen percepatan.

Tujuan penandatanganan MoU tersebut, kata dia, adalah untuk menciptakan, mempertahankan, dan mempercepat kemajuan teknologi sehingga tercipta Semarang Smart Ciy dalam rangka menuju Kota Semarang Hebat.

“Jangan kemudian melu (ikut, red.) tanda tangan bar kui (setelah itu, red.) tidak melakukan apapun. Kebutuhan masyarakat terhadap kota yang cepat dan ringkat untuk percepatan pembangunan. Itu wajib,” tegasnya.

Selain itu, politikus PDI Perjuangan itu berpesan bahwa penandatanganan MoU dan bintek “smart city” sebagai bentuk tanggung jawab kepada warga Kota Semarang, mulai konsep hingga pelaksanaan atau implementasi.

“Tugas saya, nagih tanda tangan panjenengan (jajaran OPD Pemkot Semarang, red.). Ide, gagasan, dan konsep ini luar biasa. Tetapi, kalau tidak ada implementasinya itu tidak menjadi luar biasa,” tegas Hendi.

Ia menjelaskan Pemkot Semarang adalah pionir dari ide dan pelaksanaan “smart city” sejak 2013 sehingga seluruh OPD harus bisa mengimplementasiknnya dalam pelayanan masyarakat yang lebih baik dan cepat.

“Mungkin daerah-daerah lain punya ide juga tentang `smart city`, tetapi Semarang berani me-`launching` pada 2013 itu adalah start awal. Tinggal bagaimana kemudian OPD mengimplementasikannya dalam melayani masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pejabat Pendamping Bintek Smrt City dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Adi Mulyanto menjelaskan pihaknya melakukan pendampingn untuk mempercepat terwujudnya Kota Semarang Hebat.

“Yang penting, `masterplan smart city` akan disahkan untuk digunakan bersama mewujudkan Semarang Hebat. Rekan-rekan Bappeda dan Diskominfo yang telah melakukan tugas hingga sekarang harus tetap fokus,” katanya.

“Masterplan smart city”, kata Adi, disusun dari berbagai prinsip, yakni Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional, RPJMD Kota Semarang, dan 10 prinsip prioritas kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang. (Bj/EL)