Home Ekbis 662 Kapal Sandar di TPKS Sepanjang 2014

662 Kapal Sandar di TPKS Sepanjang 2014

286

Semarang, 30/12 (Beritajateng.net) – Sebanyak 662 kapal yang memuat barang untuk tujuan internasional dan domestik bersandar di Terminal Peti Kemas Semarang sepanjang tahun 2014.

“Kapal MV Uni Populer yang diageni oleh PT Evergreen merupakan kapal terakhir yang sandar di TPKS pada tahun ini, dijadwalkan kapal tersebut sandar pada tanggal 31 Desember 2014,” kata General Manajer TPKS Iwan Sabatiniatanya di Semarang, Senin.

Menurutnya, total jumlah kapal tersebut merupakan pengiriman internasional dan domestik. Jika dibandingkan dengan total jumlah kapal pada tahun 2013 yang mencapai 566 kapal, pada tahun ini ada kenaikan sebesar 16 persen.

Sedangkan total volume bongkar muat di tahun ini mencapai 576.176 teus atau ada kenaikan 15 persen dibandingkan realisasi tahun 2013 yaitu sebesar 498.703 teus.

Dari total volume bongkar muat tersebut khusus untuk pelayanan peti kemas domestik pada tahun ini tercapai 23.845 teus, jumlah tersebut juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang volume bongkar muat domestik hanya mencapai 10.411 teus.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan indikasi bahwa angkutan muatan barang dari Semarang ke Kalimantan dan Jakarta semakin diminati.

Pihaknya berharap pada tahun depan terjadi kenaikan volume bongkar muat hingga mencapai 635 ribu teus. Kondisi tersebut selaras dengan beroperasinya pabrik atau industri baru di Jawa Tengah.

Untuk menghadapi pertumbuhan volume kapal peti kemas ke depan, saat ini TPKS tengah mengembangkan fasilitas yaitu perpanjangan dermaga sepanjang 105 meter sehingga nantinya total menjadi 600 meter. Selanjutnya, dilakukan pula penambahan beberapa peralatan guna memperlancar bongkar muat peti kemas di TPKS Semarang.

“Kami berharap pada tahun ini akan semakin banyak lagi kapal yang sandar di TPKS dengan muatan yang lebih banyak lagi,” katanya.

Pihaknya juga berharap agar Pemerintah dapat segera melakukan pendalaman alur hingga 12 meter sesuai dengan harapan para pengguna jasa khususnya pihak pelayaran. Dengan demikian pertumbuhan ekspor impor di Jawa Tengah akan semakin optimal. (Ant/BJ)