Home Ekbis 610 Penumpang Lakukan Arus Balik ke Kumai  

610 Penumpang Lakukan Arus Balik ke Kumai  

729
Ratusan penumpang KMP Kali Bodri dari Pelabuhan Kendal yang akan balik ke Kumai, Kalimatan Tengah.
             KENDAL, 12/7 (BeritaJateng.net) — Arus balik di Pelabuhan Kendal dengan tujuan Kumai-Kalimatan Tengah masih berlangsung. Hal itu terlihat dari ratusan penumpang yang memenuhi kapal. Bahkan Pihak Kapal menambah kuota penumpang dari 390 menjadi 610 penumpang.
               Ratusan Penumpang di Pelabuhan Kendal menuju Kumai, Kalimantan Tengah pada Rabu (12/7/2017) terlihat gembira. Pasalnya, sebagian besar penumpang kapal berbagai tujuan sudah beberapa hari terlantar dan menginap di Semarang.
              Bahkan para penumpang tersebut rela datang pagi dini hari demi bisa mendapatkan tiket kapal motor penyebrana (KMP) Kalibodri yang akan mengangkut mereka ke Pelabuhan Kumai.
                 Seperti yang dialami Royadin (25), penumpang asal Banjarnegara ini sudah 6 hari menginap di Semarang. Ia bersama istri dan anaknya umur 4 tahun rela menunggu keajaiban munculnya tiket kapal meskipun harus menumpang tidur di rumah salah satu kenalannya di Kota Semarang.
                ” Kami sudah enam hari menginap disini, karena kemarin tidak ada yang jual tiket. Sekalipun saya menunggu dari jam 6 pagi di Pelabuhan Kendal, tapi hari ini saya senang karena sebentar lagi mau berangkat,” ujarnya saat ditemui awak media du Pelabuhan Kendal, Rabu (12/7).
               Sebelumnya Ia menuturkan, keinginan kembali mengais rejeki sebagai buruh pabrik kelapa sawit di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah bukan semata-mata hanya ingin segera kembali mencari uang. Namun terlebih ada keterkaitan kontrak antara karyawan dan pihak perusahaan.
                 ” Persoalannya jika pihak perusahaan tidak ada toleransi ya saya dipecat. Soalnya waktu cuty sudah melebihi dari batas ketentuan “. Tutur bapak satu anak dengan nada sedih.
                Menurut Royadin, bukan hanya sanksi keterlambatan masuk kerja di perusahaan yang akan ia terima. Akan tetapi ada hal lain yang membuat ia semakin sedih, yaitu anaknya sudah terlambat masuk sekolah.
                ” Bukan hanya siap menghadapi sanksi dari perusahaan. Tapi anak saya juga ikut menjadi korban tidak bisa masuk sekolah sesuai jadwal”. Imbuhnya.
                Yuliyanto (52) Pimpinan CV. KARYA BERSAMA Agen tunggal  KM. Kalibodri saat ditemui awak media menyampaikan, sulitnya tiket pada arus balik dikarenakan banyaknya tumpukan penumpang yang mendadak.
                 ” Sebagian besar mereka ini mendadak belinya. Jadi kami sebagai agen tiket juga tidak bisa berbuat banyak karena kuotanya sudah habis”. Tutur Yuliyanto.
                Menurutnya, saat arus balik para calon penumpang mestinya sudah menjadwalkan kapan ia akan kembali. Sehingga saat waktu cuty yang ditentukan oleh perusahaan bisa tepat sesua jadwalnya. Meski demikian, lanjutnya, ia akan menolong agar pada pelayaran berikutnya penumpang yang sudah menunggu sekian hari akan diprioritaskan.
                 ” Kasihan mas, hampir satu minggu mereka menunggu. Pastinya jenuh dan sangunya juga nipis bahkan habis. Setelah kami tahu, maka kemarin kami usahakan agar cepat bisa bekerja,” jelasnya.
                Hal serupa juga dialami oleh Selamet, (40) calon penumpang asal Kabupaten Wonosobo. Ia bersama lima temannya sudah sepekan menginap di Semarang. Bahkan satu rombongan karyawan Perusahaan Kelapa sawit ini sampai minta kiriman uang dari desa tempat kelahirannya.  “Kami sampai kehabisan ongkos. Uangnya ludes buat makan setiap hari,” katanya.
                 Ditanya soal tiket, ia menjawab sudah mendapatkan karena ada yang membantu dan mengusahakan.  “Kami ikut Kapal Kalibodri dari pelabuhan Kendal menuju Kumai. Kami bersyukur belinya dipermudah,  Asal ada KTP ya dilqyani. Toh kita ini beli tiket asli, bukan penumpang bodong,” imbuhnya. (sty/el)