Home Lintas Jateng 54 SMP Negeri se Purbalingga akan Terima 10.504 Siswa Baru

54 SMP Negeri se Purbalingga akan Terima 10.504 Siswa Baru

137
0
Kepala Bidang  Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, JokoSupriyadi, S.Pd,M.Pd.
        Purbalingga, 27/6 (BeritaJateng.net) – Pada tahun ajaran baru 2018/2019 ini,54 SMP Negeri se Purbalingga akan menerapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online atau Dalam Jaringan (Daring), dengan jumlah siswa yang akan diterima 10.504 siswa baru. Ketentuan zonasi juga diberlakukan dalam PPDB kali ini, berdasarkan calon peserta didik sesuai dengan  alamat pada Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan paling lambat enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB. Pendaftaran PPDB dimulai Kamis (28/6/2018).
“Lulusan SD/MI di Purbalingga pada tahun pelajaran 2017/2018 tercatat ada 15.631 orang. Sementara daya tampung atau kuota 54 SMP Negeri yang menerapkan sistem online, ada 10.504 siswa baru. Lima ribu lebih sisanya, diharapkan bisa terserap oleh MTS maupun SMP swasta. Kami berharap pula, semua lulusan SD/MI di Purbalingga pada tahun ajaran 2017/2018 dapat meneruskan ke jenjang SMP/MTs,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Drs. Subeno, SE,M.Si yang didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP Dindikbud Purbalingga, Joko Supriyadi,S.Pd,M.Pd di ruang kerjanya, Selasa (26/6).
Subeno menjelaskan, waktu pelaksanaan PPDB Online,pendaftaran dan verifikasi berkas selama tiga hari, Kamis-sabtu (28-29/6), kemudian analisis dan penyusunan peringkat Senin (2/7), pengumuman (Selasa (3/7), pendaftaran ulang 4-5/7, dan hari pertama masuk sekolah,16/7.
“Apabila sampai batas waktu pengumuman hasil seleksi ternyata jumlah peserta didik yang diterima belum mencapai kuota yang sudah ditetapkan, maka satuan pendidikan dapat membuka pendaftaran gelombang kedua,yakni tanggal 2 dan 3 Juli,” ujarnya.
Kabid Pembinaan SMP Dindikbud Purbalingga,Joko Supriyadi menambahkan, pada PPDB  kali ini, pihaknya menerapkan ketentuan zonasi,seperti diatur pada Peratutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No14 Tahun 2018,tentang PPDB.
Ketentuan zonasi ini berdasarkan domisili calon peserta didik sesuai dengan alamat pada KKyang diterbitkan paling lama enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB.Dalam hal ini, ada empat kategori zonasi.Pertama, zonasi utama,yakni calon peserta didik yang domisilinya berada dalam satu desa/kelurahan di mana  SMP Negeri itu berada ,yang dibuktikan dengan alamat pada KK.
Kedua, zonasi 1, yakni calon peserta didik yang berdomisili diluar desa/kelurahan di mana SMP Negeri itu berada, namun masih dalam satu kecamatan. Zonasi 2,yakni calon peserta didik yang berdomisili di luar kecamatan di mana SMP Negeri itu berada, tetapi masih dalam satu kabupaten. Dan zonasi 3,yakni calon peserta didik yang berdomisili dari luar kabupaten atau dari jalur prestasi dan alasan khusus.
“Sekolah wajib menerima calon peserta didik yang berada pada zonasi utama, sedikitnya 90 persen  dari seluruh peserta didik yang diterima,” terang Joko Supriyadi.
Apabila calon peserta didik dari zonasi utama belum memenuhi kuota yang diterima, lanjut Joko Supriyadi, sekolah dapat menerima calon peserta didik dari zonasi 1 dengan mempertimbangkan peringkat nilai Ujian Sekolah/Madrasah/sederajat dan bonus prestasi sampai dengan kuota 90 persen terpenuhi.
“Apabila calon peserta didik dari zonasi utama dan zonasi 1 belum memenuhi kuota yang diterima, sekolah dapat menerima calon peserta didik dari zonasi 2 dengan mempertimbangkan nilai ujian Sekolah/Madrasah dan bonus prestasi sampai kuota terpenuhi,” ujarnya.
Dan apabila calon peserta didik dari zonasi utama,zonasi 1 dan zonasi 2 belum memenuhi kuota yang diterima, sekolah dapat menerima peserta didik dari zonasi 3 dengan mempertimbangkan peringkat nilai Ujian Sekolah/Madrasah.
“Ketentuan zonasi tersebut,tidak berlaku bagi sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat dan sekolah berasrama (boardingschool). Dan khusus calon peserta dari jalur prestasi bidang akademik/non akademik yang memiliki kejuaraan tingkat internasionaljuara 1, 2 dan 3 dan tingkat nasional jjuara 1, langsung diterima,” jelas Joko Supriyadi.
Joko Supriyadi mencontohkan, SMPN 1 Purbalingga yang berada di wilayah Kelurahan Purbalingga Kidul, maka 90 persen  dari kuota 288 siswa baru yang akan diterima pada tahun ajaran 2018/2019, diutamakan dari wilayah Kelurahan Purbalingga Kidul yang merupakan zona utama, yang dibuktikan dengan KK.
“Jika 90 persen belum terpenuhi, maka diambil dari zona 1 dan  2. Sedangkan kuota zona 3 atau dari luar kabupaten, untuk SMPN 1 Purbalingga ditetapkan  10 persen atau 28 orang,” ujarnya.
         Kuota 10 persen untuk zona 3 ini juga diberlakukan di SMPN 2 Bukateja, SMPN 1 Kalimanah, SMPN 2 Kalimanah, dan SMPN 2 Karangreja. Ada juga SMPN yang memberi kuota zona 3 ini hanya 5 persen,diantaranya SMPN 2 Purbalingga, SMPN 1 Padamara, dan SMPN 1 Bobotsari.Itu berarti,untuk SMPN 2 Purbalingga, SMPN 1 Padamara dan SMPN 1 Bobotsari kuota zona utama, zona 1 dan 2 total 95 persen.Sementara SMP Negeri lainnya tidak memberi kuota prosentase untuk zona tiga.
Berdasarkan data pada Bidang Pembinaan SMP Dindikbud Purbalingga, dari 54 SMP Negeri se Purbalingga,kuota terendah siswa yang akan diterima sebanyak 96 siswa baru,yakni SMPN 3 Kemangkon, SMPN 3 Pengadegan, SMPN 2 Karangjambu, SMPN 3 Karangmoncol, SMPN 4 Karangmoncol, dan SMPN 4 Rembang. Sedangkan kuota terbanyak 288 SMPN 1 Purbalingga.
  Dengan penerapan zonasi ini, lanjut Joko, diharapkan kualitas pendidikan akan lebih merata. “Siswa pintar tidak hanya terpusat di kota saja, namun  juga menyebar ke sekolah-sekolah pinggiran. Ini tantangan bagi guru, khususnya di SMP kota yang favorit, dengan nilai Ujian yang rendah karena beasal dari zona utama, kelak bisa menghasilkan out put yang berkualitas,” ujarnya.
Joko Supriyadi juga menjelaskan, selain menerapkan  sistem online pada PPDB kali ini, ada enam SMP Negeri satu Atap  dan 16 SMP swasta di Kabupaten Purbalingga, yang menerapkan jalur offline atau Luar Jaringan (Luring). Waktu pendaftaran sama dengan jalur online,yakni mulai 28 Juni 2018. (yit/El)