Home Headline 54 Rumah di Banjarnegara Rusak Akibat Longsor

54 Rumah di Banjarnegara Rusak Akibat Longsor

image
Ilustrasi

Banjarnegara, 11/12 (Beritajateng.net) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Jawa Tengah, menyatakan sebanyak 54 rumah warga rusak terkena longsor akibat hujan lebat yang mengguyur kabupaten itu sejak Rabu (10/12) sore hingga Kamis pagi.

“Berdasarkan pendataan sementara, rumah-rumah itu rusak ringan hingga sedang. Kami mendapat informasi jika tiga rumah di Karangkobar roboh akibat terkena longsor dan akses jalan Banjarnegara-Karangkobar tertutup longsor di beberapa titik,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Catur Subandrio di Banjarnegara, Kamis.

Menurut dia, bencana tanah longsor itu terjadi di 67 titik, antara lain empat ruas jalan kabupaten sehingga tidak bisa dilewati dan jalan desa lebih dari 20 titik.

Ia mengatakan bahwa tanah longsor di Desa Tunggoro, Kecamatan Sigaluh, menutup ruas jalan nasional penghubung Banjarnegara-Wonosobo sehingga sempat tidak dapat dilalui kendaraan.

Bahkan, kata dia, seorang warga dilaporkan meninggal dunia terkena longsor di Desa Sidengok, Kecamatan Pejawaran.

Selain itu, lanjut dia, sebanyak empat lokasi dilaporkan terkena banjir luapan Sungai Serayu.

“Hingga saat ini, kami masih melakukan upaya evakuasi dan menyingkirkan material longsoran dengan mengerahkan alat berat,” katanya.

Terkait bencana tanah bergerak di Dusun Pencil, Desa Karangtengah, Kecamatan Wanayasa, Catur mengatakan bahwa hingga saat ini gerakan tanah masih terus berlangsung.

“Sejak tadi malam, gerakan tanahnya sangat cepat, sekitar 1-3 meter. Bahkan, longsor di samping masjid juga semakin melebar dan jalan darurat tidak dapat dilalui,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mengundang tim dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah untuk menganalisis gerakan tanah di Dusun Pencil sebelum membuat jalan darurat yang baru.

Menurut dia, pihaknya juga mengundang tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk menganalisis gerakan tanah di Dusun Pencil maupun mencari lahan yang layak untuk relokasi.

“Kami harus pastikan lahan untuk relokasi benar-benar aman, jangan sampai kasus Sijeruk terulang. Hingga saat ini, jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan di lahan relokasi Sijeruk sudah mencapai delapan unit,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Koordinator Posko Aju Bencana Tanah Bergerak Dusun Pencil BPBD Banjarnegara Andry Sulistyo mengatakan bahwa berdasarkan pendataan yang dilakukan pada pukul 08.00 WIB, jumlah warga Dusun yang mengungsi di empat pos pengungsian Dusun Gunung Putih, Desa Pandansari, sebanyak 36 keluarga atau 115 jiwa terdiri 65 dewasa, 16 anak-anak, 12 balita, dan 21 lanjut usia.

“Pagi ini ada penambahan relawan dari Basarnas semarang, Puskesmas Wanayasa, Kodim 0704 Banjarnegara, Polres Banjarnegara, Bagana, Tagana, PMI, SAR Banjarnegara, dan sebagainya. Kegiatan hari ini di antaranya membuat jalan darurat kembali, membuat atau menata saluran air, dan mengevakuasi barang-barang milik warga yang masih di rumah,” katanya.(ant/pj)