Home News Update 52 Dokter Baru Universitas Sultan Agung Diambil Sumpahnya

52 Dokter Baru Universitas Sultan Agung Diambil Sumpahnya

IMG_20151018_091131

Semarang, 18/10 (BeritaJateng.net) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) melaksanakan Pengambilan Sumpah Dokter ke-96 Periode III tahun 2015 di Grand Candi Hotel, Jalan Sisingamangaraja Semarang, Minggu (18/10).

Ada sebanyak 52 dokter baru yang disumpah oleh Fakultas Kedokteran Unissula. Acara dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. H. Iwang Yusuf, M. Si, Wakil Rektor III, Sarjuni., S. Ag., M.Hum, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Mulyo Prasedyo., MH, Wakil ketua Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), Drs. H. Tjuk Subchan Sulchan, Sekretaris IDI, Direktur Rumah Sakit Praktik Klinik Unissula, Perwakilan Puskesmas, Rohaniawan serta jajaran Dosen Unissula.

Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. H. Iwang Yusuf, M. Si menyampaikan
selepas acara sumpah ini, dokter baru masih belum selesai tugasnya.

“Masih panjang perjalanannya. Mereka harus menjalani internship selama satu tahun, yakni 8 bulan di rumah sakit dan 4 bulan di puskesmas, mereka harus banyak belajar dari kegiatan internship tersebut,” ujar Iwang saat sambutannya.

Lebih lanjut Iwang berharap fakultas kedokteran Unissula menjadi fakultas kedokteran yang terkemuka. Dia berpesan kepada para dokter baru bahwa Indonesia masih membutuhkan pemikiran yang serius tentang parameter.

“Ibu melahirkan dan bayi baru lahir sangat memprihantinkan, berharap pada alumni benar-benar turut serta membantu pemerintah menyelesaikan masalah masyarakat,” harapnya kepada para dokter baru.

Unissula termasuk kampus yang dibawa oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, karena kehadiran Rumah Sakit Islam (RSI) sangat vital perannya dalam mengentaskan permasalahan-permasalahan penyakit dan kesehatan di Jawa Tengah.

Sementara itu, Wakil Rektor III, Sarjuni., S. Ag., M.Hum dalam sambutannya mewakili Rektor Unissula menambahkan orang tua wali dalam membiayai putra putrinya sebagai dokter dengan doa semoga yang dikeluarkan menjadi amal jariyah.

“Dengan adanya pelantikan dokter baru, hendaknya bisa mengamalkan ilmunya dengan tidak meninggalkan karakteristik Unissula. Pekerjaan dokter sangat mulia. Amal harus didasari ilmu. Ilmu kedokteran dikembangkan oleh ilmuwan muslim sangat erat kaitannya dengan agama,” papar Sarjuni ditengah-tengah orang tua wali dan dokter baru.

Berbicara masalah kesehatan dan penyakit, ada unsur cobaan dan ujian di dalamnya. Dokter unissula tidak hanya dituntut membantu menyembuhkan penyakit pasien tetapi juga menguatkan aqidah pasien. Amal sholih adalah amal jariah orang tua.

Sarjuni berharap semoga para dokter baru bisa mengamalkan ilmu yang didapatkan melalui Unissula dan menepati janji atau sumpah yang telah diikrarkan. Dari 52 dokter baru tersebut semoga semakin banyak yang disumpah pada tahun berikutnya agar kontribusinya juga bertambah untuk negeri.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Mulyo Prasedyo., MH memaparkan kasus kematian ibu hamil harus diwaspadai karena 37,1% disebabkan anemia dan kekurangan gizi.

“Ini merupakan tugas tenaga kesehatan, tenaga dokter, tugas dokter mencegah timbulnya penyakit. Internship selama satu tahun, 8 bulan di rumah sakit, 4 bulan di puskesmas, dokter baru harus banyak belajar.

STR dan SIP harus dipatuh sesuai standar aturan yang berlaku menurut etika profesi. Bekerja sesuai aturan NKRI yang dalam kesehatan diartikan sebagai niat baik, kerja keras, kerja cerdas, rasional dan ikhlas,” terangnya. (BJT01)