Home Headline 5.390 KPM Mentas Tak Mau Terima PKH

5.390 KPM Mentas Tak Mau Terima PKH

118

PURBALINGGA, 21/11 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 5.390 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Purbalingga hingga Oktober dinyatakan mentas atau graduasi sebagai penerima PKH.

Mereka dinyatakan graduasi karena sudah tidak memenuhi lagi unsur penerima PKH.  Bisa juga mereka mengundurkan diri karena merasa sudah bisa hidup sejahtera dan mandiri secara ekonomi, sehingga tidak perlu lagi menerima bantuan dari PKH.

Ini disampaikan Dirjen Perlindungan dan  Jaminan Sosial (Linjamsos) Kemensos RI Pepen Nazaruddin dalam acara Koordinasi teknis dan Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia PKH, Jumat (20/11) di Braling Grand Hotel Purbalingga. Dalam pelaksanaan PKH, kata dia, target graduasi adalah 10 persen dari total populasi penerima.

“Kabupaten Purbalingga tercatat sudah men-graduasi 5.390 KPM atau 8,99% jadi sampai Desember diperkirakan bisa 10 %,” katanya, Jumat (20/11/2020).

Tahun 2020 ini Kementerian Sosial RI telah mengucurkan dana PKH sebanyak Rp 189 miliar dan disalurkan kepada 59.901 KPM untuk Kabupaten Purbalingga.

Pada kesempatan itu, Mensos RI Juliari P Batubara memberikan apresiasi kepada para pendamping PKH di Purbalingga yang terbanyak melakukan Graduasi Sejahtera Mandiri kepada KPM.

Di antara pendamping penerima penghargaan itu adalah Jarot Sasongko dengan KPM Graduasi Mandiri Sejahtera sebanyak 80 KPM dan Ratih Dewi P dengan KPM Graduasi Mandiri Sejahtera sebanyak 74 KPM.

Juliari P Batubara berpesan agar pendamping PKH terus memperhatikan data penerima agar tepat sasaran.

“Saya pesan tolong dijalankan, agar dilihat lagi data-datanya, saya dapat banyak masukan kalau yang dapat PKH keluarganya yang itu-itu terus,” katanya.

Ia juga meminta kepada Dirjen Linjamsos agar tahun depan tidak ada lagi KPM yang menerima bantuan PKH berturut-turut selama 8 – 9 tahun. Jangan sampai program PKH terkesan seperti Passive Income.

“Nanti lama-lama bukan program bantuan lagi, tapi passive income sudah sama seperti orang gajian. Padahal mungkin ada keluarga-keluarga lain yang layak dapat bantuan,” katanya.

Menteri Juliari juga menginformasikan, bahwa pada tahun 2021, penderita penyakit Tuberculosis (TBC) akan masuk sebagai komponen penerima PKH. Ini merupakan instruksi dari Presiden RI Joko Widodo mengingat jumlah penderita TBC di Indonesia sangat tinggi.

“Kita alokasikan Rp 3 juta per tahun kepada mereka,” katanya.

Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana berharap program ini bisa menekan kasus stunting dan angka kemiskinan di Purbalingga.

“Mudah-mudahan dengan program PKH ini bisa sedikit mengurangi kasus stunting di Purbalingga, karena data kemiskinan kita masih 15,03%. Mudah mudahan dengan PKH ini bisa kurangi beban masyarakat yang sedang hamil dan sebagainya,” katanya.

Mensos RI Juliari P Batubara dalam acara Koordinasi teknis dan Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia PKH, Jumat (20/11/2020) di Braling Grand Hotel Purbalingga. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × 2 =