Home Lintas Jateng Pemprov Jateng Bangun Sabuk Pantai Atasi Abrasi Di Kawasan Teluk Semarang

Pemprov Jateng Bangun Sabuk Pantai Atasi Abrasi Di Kawasan Teluk Semarang

1615

SEMARANG, 11/2 (BeritaJateng.net) – Sabuk pantai sepanjang 15 kilometer akan dibangun di Kawasan Teluk Semarang, guna mengatasi abrasi maupun rob yang menggerus kawasan tersebut.

Permasalahan abrasi dan rob yang terjadi di Kawasan tersebut, khususnya di Kabupaten Demak, telah terjadi sejak 15 tahun lalu. Untuk itu, Dari muara sungai Banjir Kanal Timur, Semarang, hingga muara Kali Wulan di Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, sabuk pantai tersebut akan dibangun.

Pada APBD 2016, Pemprov Jateng menganggarkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebesar Rp 1 miliar. Pembangunan sabuk pantai tersebut, direncanakan akan dimulai tahun 2017 mendatang.

“Saya harap konsep desainnya sudah jadi, dipertengahan tahun ini. Jadi tahun depan sudah dapat memulainya,” tutur Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kamis (11/02/2016).

Permasalahan abrasi dan rob yang terjadi di Kawasan Teluk Semarang, dinilai menjadi permasalahan bersama Kota Semarang, Kendal serta Demak. Ganjar juga menilai, pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk menangani permasalahan tersebut.

“Seperti penanaman mangrove, pembuatan sabuk pantai menggunakan buis beton dan break water. Namun harus diakui, upaya tersebut kurang maksimal. Sebabnya tidak menyeluruh,” katanya.

Pemprov Jateng juga telah mengusulkan hal tersebut kepada pemerintah pusat. Hal itu pun disetujui dan telah membuat masterplan dengan menggunakan anggaran APBN. Secara multiyears, mulai tahun 2017 nanti rencananya kontruksi sabuk pantai akan dibangun melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Ganjar juga meminta kepada Pemkab Demak, untuk menangani masalah sosial. Khususnya masyarakat yang terancam kehilangan tanah serta rumahnya, akibat abrasi dan rob. Hal itu disampaikan Ganjar saat mengunjungi Desa Timbulsloko dan Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak, Rabu (09/02/2016) lalu.

Menurutnya dibanding daerah lain, Pemprov Jateng setiap tahunnya memberikan bantuan paling banyak untuk Kabupaten Demak. Namun, justru masyarakat pesisir Sayung yang terkena dampak abrasi parah, tidak mendapat perhatian yang cukup.

“Bantuan juga harus sampai ke masyarakat di wilayah pinggiran, kasihan mereka yang terkena dampaknya tapi tidak mendapat perhatian. Untuk itu, sensitivitas politik harus kita lakukan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Pemprov Jateng, Prasetyo Budhi Yuwono menyatakan pihaknya belum dapat menetapkan kontruksi sabuk pantai.

“Belum ditentukan apakah nanti hard structure seperti droine pemecah ombak di Pekalongan atau sea wall, atau mungkin kombinasi dengan mangrove. Belum bisa dipastikan,” terangnya. (Bj)