Home Ekbis PPJP Nilai Lapak Sementara Johar Tak Layak Ditempati Pedagang

PPJP Nilai Lapak Sementara Johar Tak Layak Ditempati Pedagang

 

Semarang, 9/2 (BeritaJateng.net) – Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang menilai kondisi Lapak Sementara Pasar Johar yang sudah rampung dibangun belum layak ditempati pedagang.

“Ya, kalau tempatnya memang bagus, cuma bagaimana, ya? ‘Wis bener, tapi durung pener’ (sudah benar, tetapi belum tepat,red.),” kata Ketua PPJP Kota Semarang Suwanto di Semarang.

Menurut dia, ukuran setiap lapak yang hanya 1×2 meter tentunya akan menyulitkan pedagang, terutama pedagang dengan jenis-jenis dagangan tertentu, seperti elektronik dan konveksi.

“Dari ukurannya yang 1×2 meter. Kalau yang dua meter menghadap ke depan masih lumayan, tetapi yag menghadap ke depan ini yang satu meter. Sekarang, bagaimana pedagang mau berjualan?,” katanya.

Apalagi, kata dia, Dinas Pasar hanya menyediakan los apa adanya tanpa dilengkapi bangunan pelengkap yang memadai dari segi keamanan sehingga pedagang yang harus melengkapinya sendiri.

Untuk pedagang tertentu, seperti sayuran, bumbu, dan buah-buahan, lanjut dia, tentunya bisa langsung menempati karena tidak memerlukan kelengkapan yang relatif rumit untuk membenahi lapaknya.

“Namun, bagaimana dengan pedagang barang elektronik, pakaian? Kan harus dipasang ‘rolling door’, dan sebagainya. Makan waktu dan makan biaya lagi. Pedagang yang harus menanggung,” katanya.

Suwanto mengingatkan para pedagang Pasar Johar itu merupakan korban kebakaran yang semestinya dipikirkan serius penanganannya, termasuk relokasinya yang harus dipikirkan matang.

“Mereka ini kan korban kebakaran. Kasihan, sudah tidak punya apa-apa lagi. Mereka ini sebenarnya sudah ingin pindah secepatnya ke lapak sementara, namun kondisinya kan belum memungkinkan,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi juga menyoroti ketidaksiapan Dinas Pasar dalam menangani relokasi pedagang Pasar Johar, antara lain bangunan lapak yang kurang memadai.

“Bangunan lapak itu juga belum dilengkapi talang air. Kenapa tidak dipasang sekalian? Pembuangan airnya bagaimana? Instalasi listriknya juga tidak dipasang sekalian, dan sebagainya,” katanya.

Apalagi, kata politikus PDI Perjuangan itu, proses pengundian lapak juga tak kunjung selesai sehingga dikhawatirkan rencana relokasi pedagang Pasar Johar ke lapak sementara akan molor lagi. (Bj)