Home Hukum dan Kriminal Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba, Dosen Undip Tak Ditahan

Jadi Tersangka Penyalahgunaan Narkoba, Dosen Undip Tak Ditahan

1205

Semarang,9/2 (BeritaJateng.net) – Yuli Prasetyo Adhi (YPA), seorang dosen hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang tertangkap anggota Ditresnarkoba Polda Jateng, saat menggunakan sabu kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Status sudah tersangka. Kami juga wajibkan kepada yang bersangkutan (YPA) untuk lapor, setiap hari Senin dan Kamis,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Liliek Darmanto saat ditemui BeritaJateng.net di ruangannya, Selasa (9/2).

Meski demikian, Liliek menyatakan pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap tersangka, hal itu didasarkan sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

“YPA dan dua tersangka lain tidak ditahan, karena barang bukti dibawah 1gram, tapi proses hukum tetap berjalan” tambah Liliek.

Lebih lanjut Liliek juga menyampaikan turud prihatin terhadap kasus yang menimpa YPA. Pasalnya, sebagai seorang dosen, terlebih di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama, dia tak semestinya melakukan perbuatan demikian.

“Ikut prihatin, baru pertama kali sebagai Kabid Humas, seorang Akademisi melakukan tindakan yang tidak perlu. Narkoba sungguh sangat mengerikan dan musuh bersama, tidak berbeda dengan teroris,” tutur Liliek.

Diberitakan sebelumnya, Yuli Prasetyo Adhi ditangkap beserta dua orang rekannya yakni Bayu Suseno (Karyawan Hotel Star), dan Roedi Arda (wiraswasta), saat tengah mengkonsumsi sabu di sebuah rumah yang berada di Jalan Jangli Semarang, Jumat (5/2) malam.

Penangkapan tersebut berbarengan dengan kegiatan operasi Anti Narkoba yang dilakukan oleh Ditresnarkoba (Direktorat Reserse Narkoba) Polda Jateng.

“Ketika sedang melakukan kegiatan pesta sabu, diketahui oleh Ditresnarkoba yang kebetulan sedang melakukan operasi Antik, terbukti ada barang buktinnya dan langsung kita amankan,” ujar Liliek.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa paket sabu seberat kurang lebih satu gram, sebuah alat hisab (bong), dan tiga buah HP. (Bjt02)