Home Hukum dan Kriminal Gelapkan Uang, Kontraktor Nakal Dilaporkan Polisi

Gelapkan Uang, Kontraktor Nakal Dilaporkan Polisi

Semarang, 6/2 (BeritaJateng.net) – Seorang kontraktor di Semarang dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, lantaran diduga melakukan penipuan atau penggelapan.

Terlapor adalah seorang pria berinisial FSW, warga Jalan Seroja Timur, Semarang. Ia dilaporkan oleh seorang pengusaha bernama Herddy Utomo (35), warga Jalan Seroja Selatan nomor 26 RT 04 RW 01, Kelurahan Karang Kidul, Semarang Tengah, Kota Semarang.

FSW diduga melakukan penggelapan uang pembangunan ruang karaoke di Jalan Sompok Raya nomor 68, Semarang Selatan. Nilai nominal yang dirugikan terhitung tak sedkit, yakni mencapai satu Miliar Rupiah.

Uang senilai Rp 1.098.000.000,- yang harusnya digunakan untuk membangun sebuah ruang karaoke itu tak berjalan dengan semestinya, dan tak sesuai dengan apa yang sudah disepakati antara terlapor FSW dengan korban atau pelapor Herddy.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, dugaan kasus penipuan atau penggelapan itu terjadi pada bulan Juni 2015 silam. Awalnya, terlapor menawarkan kepada korban untuk menjadi tenaga ahli dan general konktraktor dalam pembangunan ruang karaoke yang berada di Jalan Sompok Raya nomor 68 Semarang Selatan. Tawaran tersebut kemudian diterima oleh korban, hingga terjadi sebuah kesepakatan antara kedua belah pihak.

“Ia (terlapor) menawarkan ke saya untuk menjadi tenaga ahli dan general kontraktor. Saya menanggapi tawaran itu dan melangsungkan kesepakatan,” terangnya saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.

Kesepakatan tesebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan pertemuan antara korban dengan terlapor di depan “Ace Hardware”, Jalan Pahlawan Semarang. Selanjutnya, tercapai sebuah kontrak kerjasama dan penyerahan uang oleh korban kepada terlapor.

“Ada surat perjanjian kerjasamanya, uang sudah saya berikan. Tapi pembangunan tidak berjalan semestinya. Ia malah menghilang tanpa kabar,” ungkap pria yang juga Direktur Utama PT Sivex Fashion Indonesia itu kepada petugas.

Pada akhirnya proyek penggarapan tak sesuai dengan apa yang diharapkan. Terlapor justru kabur tanpa ada kabar. Korban sudah berusaha mencari keberadaannya, namun hingga kini upaya tersebut nihil.

Merasa sebagai korban penipuan, Herddy akhirnya memutuskan untuk membawa masalah ini ke ranah hukum, dengan melaporkan FSW  ke Polisi atas dugaan kasus penipuan atau penggelapan sesuai pasal 378/372 KUHP. (Bjt02)