Home Lintas Jateng Urai Kemacetan, Pemkot Semarang Bangun Jalur Alternatif Jangli-Mrican

Urai Kemacetan, Pemkot Semarang Bangun Jalur Alternatif Jangli-Mrican

ilustrasi

Semarang, 25/11 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Bina Marga menyiapkan pembangunan jalur alternatif yang menghubungkan kawasan Jangli-Mrican untuk mengurangi kepadatan lalu lintas.

“Ada 140 bidang lahan yang harus dibebaskan untuk pembangunan jalur Jangli-Mrican,” kata Kepala Bidang Pemanfaatan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kota Semarang Sukardi di Semarang, Senin.

Ia menjelaskan sejauh ini Bina Marga sudah melakukan sosialisasi sebanyak dua kali kepada masyarakat yang terkena proyek itu, terbagi atas dua kelurahan, yakni Kelurahan Tandang dan Jangli.

Menurut dia, masyarakat yang tinggal di dua kelurahan itu juga sudah diminta untuk menanda tangani kesepakatan atau persetujuan lahannya yang akan terkena proyek pembangunan jalur alternatif.

“Dari sosialisasi yang kami lakukan sebanyak dua kali, masyarakat yang lahannya terkena proyek ini secara umum menyetujui. Yang tidak setuju paling hanya sekitar 10 persen,” katanya.

Maka dari itu, kata dia, sosialisasi akan terus dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada sebagian kecil warga yang belum menyetujui atau belum menanda tangani kesepakatan yang dimaksud.

Bagi warga di dua kelurahan tersebut yang sudah menanda tangani dan mengumpulkan berkas persetujuan, lanjut dia, akan ditindak lanjuti dengan dilakukannya pengukuran lahan oleh Bina Marga.

“Yang belum setuju, kami akan lakukan sosialisasi ulang. Ya, seperti yang saya sampaikan tadi, dari 140 bidang atau kepala keluarga (KK), hanya 14 KK yang belum menyepakati,” katanya.

Sukardi menyebutkan sebenarnya sudah disiapkan anggaran sebesar Rp40 miliar untuk pembebasan lahan dua proyek, yakni jalur alternatif Jangli-Mrican dan jalur alternatif Jangli-Undip.

“Yang jalur Jangli-Undip masih dalam pengkajian, sementara ini baru Jangli-Mrican yang direncanakan sepanjang 3,2 kilometer, lebar 27 meter, dan luasan lahan sekitar 45 ribu meter persegi,” katanya.

Pembebasan lahan untuk jalur alternatif Jangli-Mrican, kata dia, ditargetkan bisa rampung secepatnya, setidaknya sesuai target pada 2016 sehingga pada 2017 bisa dimulai pengerjaan fisik.  (bj)