Home DPRD Kota Semarang Ironis!! Sehari Kerja Lebih dari Delapan Jam, Upah Penyapu Jalan Hanya Rp....

Ironis!! Sehari Kerja Lebih dari Delapan Jam, Upah Penyapu Jalan Hanya Rp. 600ribu

*Ketua DPRD Kota Semarang Kaget Upah Penyapu Jalan Jauh Dibawah UMK

Semarang, 25/11 (BeritaJateng.net) – Untuk kelima kalinya kota Semarang memperoleh piala Adipura. Semua elemen masyarakat berperan aktif dalam perolehan penghargaan kota bersih tersebut, salah satunya petugas kebersihan atau penyapu jalan.

Namun apa jadinya jika upah yang diperoleh penyapu jalan terhitung masih jauh dibawah UMK Kota Semarang. Ya.. untuk jam kerja lebih dari delapan jam perhari, mereka hanya memperoleh upah Rp. 600ribu perbulan.

Seperti yang dikeluhkan Sukaenah (45) warga Kuasen Rejo Rt 06/05, Gunungpati, Semarang inj. “Setiap harinya nyapu di jalan Kalibanteng hingga jalan Pamularsih dari jam 5 pagi sampai jam 1 siang,” ungkap wanita yang bekerja sebagai penyapu jalan lebih dari delapan tahun ini.

Baginya pekerjaan tersebut adalah satu-satunya pekerjaan yang mampu menopang hidup keluarganya. “Suami sakit struk, ditambah lagi saya menghidupi enam anak,” imbuhnya.

Sukaenah hanya lulusan SD dan tak memiliki ketrampilan, sehingga ia mencari alternatif pekerjaan lain diluar jam kerjanya. “Kalau pulang kerja saya mburuh di pabrik donat, saya goreng-goreng donat. Sebisa mungkin saya tidak boleh sakit, karena kalau sakit dan sehari nggak nyapu bisa dipotong Rp. 50ribu upah saya,” bebernya sembari menitihkan air mata.

Istri dari Untung Sartono ini berharap upah petugas kebersihan atau penyapu jalan ini bisa sesuai dengan Upah Minimum Kota Semarang.

Sama halnya dengan Sukaenah, Suparni (46) yang juga berprofesi sebagai penyapu jalan ini mengeluhkan upah dan kesejahteraan para petugas kebersihan.

Suparmi dan Sukaenah menceritakan kehidupan dan pekerjaannya sebagai penyapu jalan.
Suparmi dan Sukaenah menceritakan kehidupan dan pekerjaannya sebagai penyapu jalan.

Ia mengaku menyapu lebih dari delapan jam perhari diarea kerja hampir 1 kilometer. Bahkan disaat kota Semarang memperoleh piala Adipura tak sepeserpun bonus dan insentif yang mereka terima.

“Ndak, kami ndak terima. Ndak ada bonus,” ujar janda satu anak ini.

Mendapati hal tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Supriyadi sontak kaget dengan upah petugas kebersihan yang jauh dibawah UMK Kota Semarang.

“Miris dan membuat saya prihatin melihat kenyataan demikian. Upah pekerja dibawah UMK padahal jam kerjanya lebih dari delapan jam,” imbuh Supriyadi.

Menurutnya, di anggaran 2016, pihaknya mengupayakan untuk meningkatkan upah petugas kebersihan.

“Harga kebutuhan setiap harinya meningkat, sehingga kita upayakan agar kenaikan upah masuk pembahasan DPRD,” tegasnya.

Kota semarang, lanjutnya, mendapatkan penghargaan Adipura berkat jasa mereka juga, sehingga perlu apresiasi. “Pemerintah kota Semarang dan DPRD akan mendorong untuk menaikan UMK petugas kebersihan atau penyapu jalan ini,” ujar politikus PDI Perjuangan ini. (Bj)