Home News Update Ganjar Pranowo Sosialisasi Anti Narkoba di SMA N2 Semarang

Ganjar Pranowo Sosialisasi Anti Narkoba di SMA N2 Semarang

Semarang, 24/11 (BeritaJateng.net) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengadakan Talk show bersama Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo., S.H, Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjend Drs. Amrin Remico., MM dan pelajar SMAN 2 Semarang di Aula SMAN 2 Semarang, Rabu (24/11) pagi.

Hadir pula dalam talk show tersebut  Kepala Bidang Pendidikan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kota Semarang, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kota Semarang dan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Provinsi Jawa Tengah.

Acara bertajuk ‘Gubernur Jateng Menyapa’ kaitannya dengan Anti Narkoba di kalangan pelajar dan diikuti oleh seluruh siswa kelas XII yang jumlahnya ada sekitar 500 siswa.

Siswa sangat antusias bertanya kepada pemimpin nomer satu di Jawa Tengah ini. SMAN 2 ditunjuk oleh BNN kaitannya dengan program Gubernur Jawa Tengah.

Pada saat talk show, ada siswa yang menyampaikan kepada Gubernur mengenai tindakan bermanfaat yang dilakukan oleh pelajar, karena SMAN 2 menjadi tujuh besar tim karya ilmiah yang berangkat ke Amerika.

Ada juga sesi dimana Gubernur, menyinggung ketrampilan bermusik siswa. Menurut siswa SMAN 2 pada umumnya mereka kreatif belajar tentang gamelan namun belum ada fasilitas yang mendukung.

“Siswa yang serius boleh latihan di Wisma Perdamaian besok pagi. Saya punya gamelan di sana,” tanggap Ganjar kepada para siswa SMAN 2 Semarang.

Gubernur bercerita bahwa pada saat kuliah, kondisinya miskin. Alat apapun menjadi tidak maksimal bila hanya dijadikan pajangan di sekolah.

“Ingin latihan serius, Wisma Perdamaian siap untuk siapapun. Mau baca puisi, macapat, semuanya free. Fasilitas ada tidak harus di sekolah,” terang Ganjar.

Ganjar menghimbau pada siswa untuk menyampaikan surat dari Kepala Sekolah yang ditujukan ke Gubernur untuk pengadaan alat gamelan apabila memang sungguh-sungguh menginginkan.

Sementara itu, dari Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjend Drs. Amrin Remico., MM menyampaikan perihal cara melaporkan kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar tetapi yang melaporkan tidak ingin diketahui identitasnya.

“Maka dari pihak BNN sendiri sudah memfasilitasi melalui email yang ditujukan pada BNN Provinsi Jawa Tengah bahwa identitas pelapor pasti dirahasiakan,” jelas Amrin kepada seluruh siswa.

Adapun Gubernur menambahkan jika sosialisasi tentang bahaya narkoba tidak akan pernah cukup hanya dari BNN dan Gubernur.

“Kalau kalian semua keluar dari aula ini nanti dan bicara kepada siapa pun tentang bahaya narkoba, maka sosialisasi itu menjadi efektif,” imbau Ganjar.

Membangkitkan semangat lewat cara dan metode yang sesuai dengan komunitasnya itu juga bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba.

Ganjar mencontohkan, misalnya melalui karya ilmiah kampanye anti narkoba, dan musik yang idenya tentang narkoba. Semua hal itu mendorong siswa untuk berinovasi dengan cara yang menyenangkan. Mengkampanyekan dengan cara itu membuat orang tertarik.

“Atau bisa juga, siswa datang langsung ke kantor BNN, akpol, dan ke tempat korban narkoba, sehingga kalian bisa terinternalisasi tahu secara pasti bahaya dari narkoba,” pungkas Ganjar kepada para siswa.

Drs. Sarwono., M.Si, selaku Waka Humas SMAN 2 Semarang menyebutkan dengan adanya talk show ini manfaatnya siswa bisa berbicara langsung dengan pemimpin Jawa Tengah yang sekaligus menjadi figur, contoh dan motivasi supaya siswa bisa menyampaikan apa isi hati dan pikirannya kepada Pak Gubernur.

“Contohnya, tadi mengenai UU No. 23 Tahun 2014 terkait pengelolaan SMA yang akan diambil alih oleh Provinsi. Maka salah satu siswa ada yang bertanya bagaimana ke depannya SMA setelah diambil alih oleh provinsi ? Nah hal ini menjadi penting,” kata Sarwono saat diwawancarai usai acara talk show.

Untuk upaya pencegahan, lanjut Sarwono dari SMAN 2 sendiri kemarin mengikuti lomba yang diadakan oleh BNN terkait anti narkoba.

“Seperti lomba poster dinding, isinya tentang anti narkoba semua. Dalam rangka memotivasi siswa bahwa narkoba sangat berbahaya.
Kemudian secara acak juga siswa ada tes urine. Hasilnya SMAN negatif, karena siswa kami etikanya baik dan religius. Pergaulannya juga memiliki batasan-batasan,” ungkap Waka Humas SMAN 2 tersebut.

Sarwono juga menjelaskan dari sisi edukasi musik, harapan dari pak Gubernur setelah SMA masuk ke Provinsi maka anak sekolah semuanya harus bisa bermain musik. Musik tersebut bisa dilombakan dan diarahkan kepada hal-hal yang sifatnya anti narkoba.

Gubernur Jawa Tengah juga memiliki gagasan, lanjut Sarwono, siswa belajar tidak harus di dalam kelas, di luar kelas juga bisa pada saat nanti sudah diambil alih oleh provinsi

“Sementara ini SMAN 2 tidak ada pelajaran musik. Adanya seni budaya yang meliputi seni tari dan seni lukis, karena untuk seni musik gurunya tidak ada. Namun, untuk kedepannya apabila dari provinsi ada aturan yang menganjurkan, sekolah selalu siap,” pungkas Sarwono. (BJT01)