Home Ekbis Harga Properti Komersial di Semarang Mulai Meningkat

Harga Properti Komersial di Semarang Mulai Meningkat

546

Semarang, 24/11 (BeritaJateng.net) – Harga Properti Komersial pada Triwulan III-2015 di kota Semarang berdasarkan hasil survei Bank Indonesia (SHPKom) menunjukkan peningkatan terutama apartemen dan lahan industri, baik properti jual maupun sewa.

Rata-rata harga jual apartemen dan lahan industri mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,82% (qtq) dan 4,71% (qtq). Sementara, rata-rata harga jual ruang kantor mengalami penurunan sebesar 11,87% (qtq) karena terdapat penambahan pasokan dengan harga jual yang belum terlalu tinggi.

Pasokan ruang kantor jual mengalami penambahan sebesar 3.000 m2 (20,54%, qtq). Peningkatan pasokan juga dialami apartemen yang bertambah 522 unit (10,29%, qtq). Sementara pasokan retail jual maupun sewa tidak mengalami perubahan.

Tingkat penjualan ruang kantor dan apartemen mengalami penurunan masing-masing sebesar 9,37% (qtq) dan 3,56% (qtq) seiring bertambahnya pasokan baru yang belum seluruhnya terjual. Sedangkan tingkat penjualan lahan industri meningkat sebesar 0,13% (qtq) berada pada level 84,92%.

Direktur Eksekutif Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng, Iskandar Simorangkir mengatakan, secara umum, harga sewa properti komersial pada triwulan III-2015 juga mengalami peningkatan dibandingkan triwulan II-2015.

“Rata-rata tarif kamar hotel meningkat hingga 14,92%, sedangkan rata-rata harga sewa ruang kantor dan retail masing-masing meningkat sebesar 1,98% dan 1,62%,” katanya.

Menurutnya, peningkatan rata-rata tarif kamar hotel dipicu oleh peningkatan harga kamar hotel, terutama hotel bintang 5, seiring peningkatan permintaan untuk kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Converence, Exhibition).

Pasokan properti komersial sewa masih stabil dibandingkan triwulan sebelumnya. Namun diprediksi akan terdapat penambahan pasokan ruang kantor sewa seluas 1.858 m2 yang direncanakan akan selesai pada 2016, serta penambahan ruang ritel dan hotel seiring selesainya pembangunan beberapa proyek.

Sementara itu, lanjutnya, tingkat hunian ruang kantor, retail, maupun hotel, meningkat masing-masing sebesar 0,68%, 1,06%, dan 4,76% dibandingkan triwulan II-2015 dan berada pada level masing-masing sebesar 96,54%, 98,97%, dan 62,40%.

Hal ini menandakan bahwa kota Semarang mulai diminati oleh pelaku usaha untuk ekspansi bisnis dengan menambah ruang kantor, membuka gerai/toko, maupun melakukan perjalanan bisnis.

Peningkatan tingkat hunian ini diprediksi masih akan terus terjadi hingga akhir tahun seiring dengan peningkatan permintaan, khususnya hotel, pada akhir tahun. (Bj)