Home Hukum dan Kriminal Masyarakat Masih Takut Laporkan Kasus Kekerasan Seksual

Masyarakat Masih Takut Laporkan Kasus Kekerasan Seksual

Kudus, 23/11 (BeritaJateng.net) – Banyak kasus kekerasan seksual yang terkadi si tengah masyarakat. Hanya saja, sebagian besar ternyata dari kasus kekerasan seksual yang terjadi, tidak dilaporkan kepada pihak yang berwenang.

Hal itu disampaikan pakar psikologi klinis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Nisa Rahmah Nur Nganthi, dalam kuliah umum bertajuk ‘’Gangguan Perilaku Seksual’’ di ruang seminar Lantai IV Gedung Rektorat, Senin (23/11).

‘’Kekerasan seksual merupakan kejahatan dengan prevalensi paling sering muncul di semua negara di dunia, dengan karakteristik korban usia 12 hingga 34 tahun. Dari kasus-kasus yang ada, hanya 54 % yang dilaporkan,’’ ungkapnya.

Ironisnya, dari kasus-kasus yang dilaporkan, yang kemudian diproses dan masuk penjara pun sangat sedikit. ‘’Sudah banyak kasus yang tidak dilaporkan, selain itu, 97 %  tidak di penjara,’’ tuturnya.

Beragam kasus kekerasan terjadi, menurutnya, dilatarbelakangi oleh berbagai hal yang sangat beragam. ‘’Antara lain kebutuhan hasrat seksual, stimulasi seksual dari lingkungan, kelemahan penegakan hukum, perang (konflik), dan budaya paternalistik,’’ terangnya.

Dia menambahkan, kekerasan seksual sangat sulit dihilangkan karena diperkuat oleh dominasi budaya paternalistik dari pelaku, keengganan korban melapor, serta lingkungan sosial yang cenderung menganggap korban berkontribusi terhadap kejadian kekerasan seksual.

Lebih lanjut Nisa menyampaikan, kekerasan seksual  pun kebanyakan justru dilakukan oleh orang-orang yang dikenal. ‘’Kekerasan seksual dapat diatasi dengan memperhatikan faktor risiko, melakukan prevensi dan intervensi, serta memperkuat faktor protektif,’’ katanya. (Bj)