Home Kesehatan Cegah DBD, Mahasiswa FKM Undip Launching Gerakan GASIK

Cegah DBD, Mahasiswa FKM Undip Launching Gerakan GASIK

1677

Semarang, 23/11 (BeritaJateng.net) – Kota Semarang merupakan salah satu daerah endemis penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Berdasarkan Profil Kesehatan Jawa Tengah Tahun 2014, Kejadian DBD di Kota Semarang menempati posisi pertama dengan Incident Rate (IR) 97,31 per 100.000 penduduk.

Dari tahun ke tahun, kejadian DBD tak jarang mengakibatkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di hampir sebagian besar wilayah Kota Semarang.

Berbagai upaya telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam pengendalian penyakit DBD, namun  keberhasilan penanggulangan dan pencegahan DBD tergantung dengan komitmen seluruh komponen masyarakat.

Saat ini, untuk membantu pengendalian penyakit DBD di Kota Semarang, pihak institusi pendidikan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro menggandeng Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL).

Kegiatan PBL tersebut berupa pelaksanaan problem solving cycle dimulai dari  analisis situasi, identifikasi masalah, penentuan penyebab masalah, hingga  prioritasi kelayakan alternatif solusi demam berdarah yang dituangkan dalam bentuk plan of action (PoA)/aksi nyata untuk kemudian diterapkan ke masyarakat.

Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa semester tujuh (VII) FKM Undip ini, berlangsung selama satu bulan terhitung sejak akhir Oktober hingga penghujung November dimaksudkan untuk menanggulangi masalah DBD di berbagai kelurahan di Kota Semarang.

Salah satu inovasi program yang ditawarkan oleh Mahasiswa FKM Undip dari Kelompok 1 PBL Kelurahan Kedungmundu Kota Semarang adalah launching Program “Gerakan GASIK (Keluarga Basmi Jentik)”.

Gerakan dengan motto Keluarga Nyaman, Hati Tentram, Jentik Hilang ini dilaksanakan seusai kegiatan senam jantung sehat di lapangan RW 4 Kelurahan Kedungmundu.

Gerakan GASIK (Keluarga Basmi Jentik) merupakan kegiatan yang mengajak partisipasi keluarga untuk aktif terlibat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Warga mendapatkan edukasi tentang PSN, mencakup promosi kesehatan seperti penyuluhan dengan media kreatif stiker, pamflet, alat peraga langsung dan pelatihan pemeriksaan jentik bagi warga secara mandiri dirumah. Kami memfasilitasi juga dengan memberikan kartu pemeriksaan jentik agar dapat memantaunya secara berkala,” ungkap Hamas Musyaddad AA Selaku Ketua Tim PBL 1 Kelurahan Kedungmundu Kota Semarang.

Kegiatan ini menekankan pada pembentukan kesadaran masyarakat untuk melakukan PSN mandiri guna mencegah tersebarnya virus DBD.

Selain itu, warga juga dibekali kemampuan untuk membuat mostrap (mosquito trap) perangkap nyamuk sederhana yang bisa dibuat sendiri dengan biaya murah dan  bahan yang mudah. Untuk membuatnya hanya memerlukan botol bekas berukuran 1,5 liter, plastik hitam, solasi, gunting, gula merah, ragi, dan segelas air panas.

“Harapan kami dari pihak pengelola, dengan adanya kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL), mahasiswa FKM Undip dapat menjadi problem solver setiap permasalahan kesehatan masyarakat yang ada, salah satunya permasalahan DBD sehingga dapat turut membantu menurunkan jumlah kasus DBD di Kota Semarang. Disamping itu, masyarakat diharapkan meneruskan program yang telah dibuat agar program dapat berjalan secara kontinyu,” imbuh Bina Kurniawan, S.KM, M.Kes selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). (Bj)