Home Hukum dan Kriminal 300 Pecandu Narkoba di Cilacap akan Direhabilitasi

300 Pecandu Narkoba di Cilacap akan Direhabilitasi

Kepala BNNK Cilacap AKBP Agung Prabowo
Kepala BNNK Cilacap AKBP Agung Prabowo
Kepala BNNK Cilacap AKBP Agung Prabowo

Cilacap, 25/6 (BeritaJateng.net) – Angka kasus kejahatan narkoba makin membutuhkan perhatian banyak pihak untuk menekannya. Tak ubahnya seperti di Cilacap yang ditandai dengan kerapnya pengungkapan kasus narkoba oleh jajaran Polres setempat.

Disisi lain pihak Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cilacap juga terus berupaya mencapai target untuk melakukan rehabilitasi kepada para pecandunya.

Sebab, di wilayah pesisir Selatan ini, kejahatan narkoba cukup marak, apalagi ditunjang dengan Pulau Nusakambangan yang belakangan diidentikan sebagai pulau surga narkoba karena keberadaan LP Narkotika dengan para bandar berkelas internasional.

Dalam upaya merehabilitasi pengguna narkoba, pihak BNNK Cilacap tahun 2015 ini mematok target bisa menggaet 302 pengguna atau pecandu. 

Kepala BNNK Cilacap, AKBP Agung Prabowo mengatakan, target temuan pecandu yang harus direhabilitasi itu menyusul pencanangan program Indonesia Darurat Narkoba oleh Presiden RI, Joko Widodo.

“Sebagian diantara angka itu sudah kita laksanakan untuk rehabilitasinya. Ada sekitar 32-an yang sudah menjalani rehabilitasi” kata Agung, Kamis (25/6).

Angka Cilacap ini menjadi bagian dari target untuk Provinsi Jateng yang katanya tahun 2015 ada 4.439 pecandu akan direhabilitasi. “Kalau secara nasional tahun ini program pemerintah  darurat narkoba merehabilitasi 100 ribu pecandu” katanya.

Dua rumah sakit di Cilacap disiapkan untuk membantu pemulihan para pecandu narkoba dalam proses rehabilitasi. Yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan RS.Santa Maria. “Kedepan mudah-mudahan ada rumah sakit lain yang bisa ikut membantu proses rehabilitasi para pecandu narkoba di Cilacap” jelas Agung.

Saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencari para pengguna narkoba. Undang-undang terbaru menurut dia, aturannya para pengguna sudah saatnya harus direhabilitasi.

Untuk Cilacap yang dinilai cukup beresiko tinggi, ada keharusan kerja keras mengingat kejahatan narkoba itu merupakan kasus yang multi dimensi waktu dan tempat. “Artinya tidak kenal waktu dan tempat. Jadi mendapatkan pelakunya tidak berdasarkan TKP saja” ungkap AKBP Agung.

Sementara dari kasus yang ada di Cilacap berdasarkan data 2014, pengguna narkoba dari sisi usia antara 10 hingga 50 tahun. Sedangkan proses rehabilitasi sesuai harapan akan dilakukan selama satu tahun berjalan. Hanya saja kata Agung, hal ini tidak bisa dipatok waktu. “Yang penting sembuh dari sisi medis sosial maupun perawatan” katanya. (BJ33)