Home Lintas Jateng 3.830 Pemilih Potensial Non KTP Di Kendal Terancam Hak Pilihnya

3.830 Pemilih Potensial Non KTP Di Kendal Terancam Hak Pilihnya

929
0
3.830 Pemilih Potensial Non KTP Di Kendal Terancam Hak Pilihnya
      KENDAL, 16/11 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 3.830 pemilih potensial Non KTP Elektronik menjadi tugas yang harus segera diselesaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kendal.
       Pasalnya, berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu,  pemilih dapat menggunakan hak pilihnya selain harus terdaftar dalam daftar pemilih, juga wajib memiliki KTP elektronik.
      Demikian disampaikan Wahidin Said, Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Kendal, Jumat.
       Mantan Ketua KPU Kendal ini mengingatkan ribuan pemilih potensial tersebut terancam tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Karena itu, pihaknya mendesak KPU Kendal berkoordinasi secara intensif dengan Dispendukcapil untuk menyelesaikan perekaman KTP elektronik.
       Selain itu, disampaikan pula potensi permasalahan akibat penambahan jumlah pemilih setelah ditetapkannya Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPTHP) ke-2 sebanyak 18.284 pemilih.
        “Soal akurasi data pemilih. Seperti ganda dengan pemilih yang sudah ditetapkan sebelumnya. Baik dalam satu TPS, satu desa/kelurahan, antar kabupaten maupun provinsi. Juga data invalid NIK,  tanggal bulan tahun lahir,  alamat, sudah tidak pindah domisili, dan tidak memenuhi syarat seperti meninggal dunia,” terangnya.
        Lebih lanjut, penambahan jumlah pemilih yang sangat besar itu menurutnya akan mempengaruhi penetapan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah tetapkan sebelumnya sebanyak 3.445 TPS.
        Terhadap hal itu, pihaknya mengingatkan agar KPU dapat melaksanakan rekomendasi-rekomendasi yang telah disampaikan Bawaslu Kendal.
       “Kami akan terus mengawal DPTHP-2 yang telah ditetapkan oleh KPU Kendal dan memastikan rekomendasi-rekomendasi yang telah kami sampaikan dilaksanakan untuk mengantisipasi permasalahan yang akan muncul di kemudian hari,” tegasnya.
        Sebagaimana diberitakan, KPU Kendal telah menetapkan DPTHP-2 melalui rapat pleno terbuka yang digelar pada Senin (13/11) kemarin. Terdapat penambahan pemilih sebanyak 18.284 dari yang ditetapkan sebelumnya yakni 768.189 pemilih.
        Di luar yang tercatat dalam DPTHP-2, masih terdapat 3.380 pemilih potensial yang hingga kini belum melakukan perekaman KTP elektronik. (El)