Home Headline 3.000 Rumah Di Semarang Belum Layak Huni

3.000 Rumah Di Semarang Belum Layak Huni

471
Wali Kota Semarang meletakkan batu pertama Rehab RTLH

Semarang, 20/8 (BeritaJateng.net) – Ada sekitar 3.000 rumah di Kota Semarang yang masih dikategorikan sebagai rumah belum layak huni. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Selasa (20/8).

“Kondisi real di Kota Semarang, masih ada sekitar 3.000 unit rumah yang kondisinya tidak layak pakai. Tahun ini kami anggarkan bedah rumah 1.190 unit, tahun depan 1.000 unit, kami lakukan secara bertahap hingga pada akhirnya nanti tidak ada rumah yang tidak layak huni,” papar Hendi, sapaan akrabnya.

Dengan masih banyaknya, rumah tidak layak huni (RTLH) ini, tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Pemerintah Kota Semarang.

Hendi pun terus menggenjot pendanaan bedah rumah melalui berbagai cara. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang, dia menganggarkan rehab rumah sebanyak 1.190 unit rumah pada 2019 ini. Sebanyak 550 unit telah dilakukan pada Februari lalu. Sementara sisanya, 640 unit akan dilanjutkan pasca Agustus ini.

Hendi berharap, pihak swasta yang mengais rezeki di Kota Semarang untuk terus membantu memikirkan lingkungan Kota Semarang melalui corporate social responsibility (CSR). Melalui dukungan CSR, dia yakin persoalan RTLH akan segera tertuntaskan. Jika kondiri rumah baik, tentu saja warga akan sehat. Ditambah dengan dukungan pendidikan yang lebih baik, warga Kota Semarang pasti akan berkontribusi untuk Kota Semarang.

“Kepada perusahaan yang merasa mencari uang di Semarang, maka pikirkanlah lingkungan sekitar dengan cara bagikan CSR. Cermati kebutuhan lingkungan, seperti bantuan pembangunan RTLH,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Ali mengatakan, pembangunan RTLH kini sudah dimulai. Adapun wilayah yang mendapatkan bantuan bedah rumah ini hampir menyeluruh di Kota Semarang. Diharapkan, pembangunan RTLH rampung akhir tahun ini.  (El)