Home Headline 25 Anggota Polri Mantan Pecandu Narkoba Jalani Rehabilitasi

25 Anggota Polri Mantan Pecandu Narkoba Jalani Rehabilitasi

316
25 Anggota Polri Mantan Pecandu Narkoba Jalani Rehabilitasi

Semarang, 3/5 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 25 anggota Polri dari seluruh Polres jajaran di wilayah Polda Jateng menjalani rehabilitasi narkoba di RS Bhayangkara Prof Awaloedin Djamin Semarang. Mereka merupakan anggota Polri yang terlibat penyalahgunaan narkoba dan akan menjalani rehabilitasi selama dua pekan ke depan, mulai Kamis (2/5).

“Program Kupeduli Narkoba ini merupakan hukuman pembinaan dan perawatan terpadu anggota jajaran Polda Jateng yang terlibat narkoba. Ini sudah gelombang kelima. Melibatkan beberapa satker seperti Bid Propam, RS Bhayangkara, Biddokkes, Sat Brimob, SDM, dan Bidkum,” ungkap  Kabid Propam Polda Jateng, Kombes Pol Jamal Farti.

Dalam rehabilitasi gelombang kelima ini terdapat 25 anggota Polri. Mereka merupakan anggota yang bertugas di Polres Banyumas, Polres Cilacap, Polres Kendal, Polrestabes Semarang, Polres Salatiga, Polres Jepara, Polres Blora, Polres Kudus, dan Satker Polda Jateng.

“Untuk narkoba ini yang kami rawat adalah yang sudah dilaksanakan sidang disiplin dan KKEP, kemudian dilanjutkan dengan program rehabilitasi di RS Bhayangkara Semarang.,” tegasnya

Di Rumah Sakit Bayangkara para anggota Polri mantan pecandu narkoba akan diberikan perawatan medis selama dua pekan. Setelah itu akan dilanjutkan di Satu Brimob selama satu pekan untuk pembinaan fisik dan mental.

Total selama tiga pekan Setelah menjalani program Kupeduli Narkoba, puluhan anggota Polri tersebut akan dikembalikan lagi ke Satker atau Polres masing-masing. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi pasca rehabilitasi setiap tiga bulan. Selain itu anggota tersebut juga akan dijadikan duta antinarkoba di lingkungan masing-masing Polres dan masyarakat sehingga memiliki rasa tanggung jawab terhadap narkoba.

“Hal yang penting itu pasca rehabilitasi. Setelah dikembalikan ke Satker atau Polres akan dipantau. Hasil evaluasi sampai saat ini belum ada anggota yang pernah ikut rehabilitasi itu kembali lagi menggunakan narkoba,” tambanya.

Sementara itu, Kepala RS Bhayangkara Prof Awaloedin Djamin Semarang Kombes Pol I Gusti Gede Andika menambahkan, sebelum menjalani rehabilitasi di rumah sakit, dilakukan cek kesehatan dan assessment terhadap para anggota. Pemeriksaan kesehatan untuk memastikan apakah anggota yang akan ikut rehabilitasi tidak menderita sakit.

“Kalau ada yang menderita sakit menahun atau serius maka kami pisahkan dan beri terapi pengobatan dulu. Kalau sudah memenuhi syarat langsung kami ikutkan. Kami juga assessment dulu,” ujarnya.

Selama dua pekan di RS  Bhayangkara Prof Awaloedin Djamin Semarang, 25 anggota Polri tersebut akan diberikan konseling dengan melibatkan dokter spesialis, konseling keagamaan, dan kegiatan olahraga di lingkungan rumah sakit.  Untuk gelombang kelima ini kami juga akan berikan oksigen Hiperbarik kepada pasien rehabilitasi. Hiperbarik ini belum ada di empat rehabilitasi sebelumnya. (Nh/El)