Home Lintas Jateng 240 PKL Suryokusumo Terima Sertifikat HGB-HPL Pemkot Semarang 

240 PKL Suryokusumo Terima Sertifikat HGB-HPL Pemkot Semarang 

243
0
PKL Taman Suryokusumo Tlogosari

SEMARANG, 26/6 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 240 pedagang kaki lima (PKL) Tlogosari yang kini menempati shelter Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di Taman Suryokusumo, Sabtu (25/6) kemarin menerima sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) milik Pemerintah Kota Semarang.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ferry Mursyidan Baldan. Hadir juga dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dan sejumlah pejabat BPN Jawa Tengah, dan Kantor Pertanahan Kota Semarang.

Dalam sambutannya, Ferry mengatakan, HGB tersebut diberikan dalam jangka waktu tiga tahun. Menurutnya, hal tersebut berdasarkan kesepakatan dengan pemerintah daerah setempat. “Kenapa kita berikan tiga tahun, karena di dalamnya ada doa kami. Semoga setelah tiga tahun para PKL memiliki kios atau toko di mall-mall,” katanya.

Dengan pemberian sertifikat tersebut, lanjut dia, negara ingin memastikan pengakuan atas kedaulatan tanah yang ada di masyarakat. Di samping terkait kepemilikian, juga harus ditekankan kemanfaatan serta kegunaannya. “Selama tidak melanggar ketentuan, tidak ada yang akan berani mengusir para PKL yang berjualan di sini,” imbuhnya disertai tepuk tangan dari pedagang yang hadir.

Ferry berharap, ke depan hal yang sama juga dapat diberlakukan untuk PKL lain yang ada di Kota Semarang. Misalnya para PKL yang saat ini menempati kawasan Simpanglima. “Dalam sertifikat itu dapat juga dicantumkan jam beroperasi. Jika aturan tersebut dilanggar, sertifikat dapat dicabut,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Kota Semarang, Ngadino mengaku berterimakasih atas pemberian HGB atas HPL tersebut. Menurutnya, hal itu membantu melegalkan para pedagang untuk berjualan di shelter PKL Taman Suryokusumo.

“Di bulan baik (Ramadan) ini, kami berharap amal perbuatan bapak selalu mendapat rahmat dari Allah. Kami percaya Anda mengemban amanat rakyat termasuk juga para PKL,” katanya seraya meminta para pedagang lainnya untuk selalu mendoakan para pemimpinnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meminta komitmen para PKL untuk menempati shelter yang telah disiapkan Pemkot Semarang itu. “Kemarin para pedagang minta diijinkan kembali berjualan di jalan (Tlogosari) hingga lebaran. Setelah itu, kami harapkan pada H+7 mereka dapat kembali ke sini lagi,” ujarnya.

Ia membenarkan pada sertifikat HGB tercantum hak pedagang menempati tempat tersebut selama tiga tahun. Akan tetapi, jika para PKL tidak mematuhi ketentuan sebagaimana yang telah ditentukan, maka haknya sewaktu-waktu dapat dicabut. “Sebaliknya, jika dalam tiga tahun menjadi PKL yang baik, maka HGB dapat diperpanjang,” pungkasnya. (Bj05)