Home Headline 24 Kali Menjambret dan Terlibat Curanmor, Ari Berhasil Dibekuk Polisi

24 Kali Menjambret dan Terlibat Curanmor, Ari Berhasil Dibekuk Polisi

Ari Yulianto, spesialis penjambret dan pencuri motor telah melakukan aksinya sebanyak 24 kali di Semarang, tersangka akhirnya berhasil dibekuk polisi setelah buron selama enam bulan.
Ari Yulianto, spesialis penjambret dan pencuri motor telah melakukan aksinya sebanyak 24 kali di Semarang, tersangka akhirnya berhasil dibekuk polisi setelah buron selama enam bulan.
Ari Yulianto, spesialis penjambret dan pencuri motor yang telah melakukan aksinya sebanyak 24 kali di Semarang, tersangka akhirnya berhasil dibekuk polisi setelah buron selama enam bulan.

Semarang, 30/8 (BeritaJateng.net) – Setelah buron kurang lebih selama 6 bulan, Ari Yulianto (23) alias Ompong warga Jalan Udowo Timur, Bulu Lor, Semarang Utara, berhasil dibekuk petugas Polsekta Semarang Tengah, karena terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor pada bulan Februari lalu.

Ari bersama dua temannya, Satria (30) warga Jalan Mustokoweni Raya, Bulu Lor, Semarang Utara dan Romadhon (28) warga Jalan Surtikanti Tengah,  Semarang mencuri sepeda motor jenis Yamaha Vega milik Rudi Hartono warga Gowanan, Kartasuro, Sukoharjo pada hari Jumat 6 Februari 2015 lalu.

Awalnya, pada hari kejadian tepatnya pukul 00.30 WIB Ari, Satria, dan Romadhon berpura-pura menjadi pembeli di sebuah warung pecel lele di Jalan Indrapasta Semarang.

Ari dan Satria lalu memasuki warung dengan memesan ayam goreng untuk dibungkus. Sedangkan Romadhon yang menunggu diluar warung kemudian mengambil sepeda motor milik korban dengan menggunakan kunci leter T.

Namun apes, pada saat pelaku hendak membawa kabur sepeda motor, pemilik warung memergokinya. Satria berhasil diamankan terlebih dahulu, sedangkan Romadhon berhasil melarikan diri dan sampai saat ini yang bersangkutan masih buron. Adapun Ari berhasil diamankan di rumahnya, Selasa (25/8).

Tak hanya terlibat dalam aksi curanmor, sebelumnya Ari juga mengaku sudah 24 kali menjambret dalam kurun waktu 6 bulan di beberapa tempat berbeda di Semarang, diantaranya di kawasan Pecinan, Jalan Imam Bonjol, Jalan Gajahmada, Marina, dan lainnya. Ia mengaku melakukan aksinya kadang bersama temannya, namun tak jarang ia lakukan dengan sendiri.

Menurutnya, yang menjadi target sasaran kebanyakan para wanita. Dalam melancarkan aksinya, ia biasanya membuntuti korban dari belakang, begitu korban lengah ia tak segan-segan memepet korban lalu merampas barang bawaan korban.

“Yang saya ambil biasanya handphone dan dompet. Paling banyak saya nrima Rp. 600 ribu. Uang itu saya gunakan untuk minum, karena kebetulan itu pas hari ulang tahun saya,” terangnya ketika ditanya sejumlah wartawan.

Ari mengaku kesehariannya bekerja sebagai tukang las panggilan. Dalam sehari, ia bisa menerima Rp. 70 ribu. Namun, uang yang didapatnya itu tak lantas membuatnya merasa cukup, pria yang biasa dipanggil ompong ini malah justru memilih mendekam dibalik jeruji penjara.

“Sehari saya dapat Rp. 70 ribu kalau ada pekerjaan, tapi kadang tidak tiap hari dapat panggilan,” ungkapnya kepada petugas.

Sementara itu, Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Ifan Hidayat mengatakan akan menjerat tersangka dengan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

“Tersangka ini ada beberapa TKP yang melakukan kejahatan di wilayah semarang utara, barat, dan tengah. Pasal yang kami kenakan 363 KUHP. Tersangka merupakan residivis karena sudah keluar masuk penjara, dengan kasus yang berbeda,” pungkasnya. (BJT02)