23 Tahun Agustina Berjuang Merawat Putranya yang Lumpuh

Agustina harus merawat putranya sendiri semenjak suaminya meninggal. Putranya lumpuh sejak 23 tahun lalu.

Semarang, 26/7 (BeritaJateng.net) – Perjuangan seorang ibu diperlihatkan saat merawat dan mengasuh anaknya. Seperti yang dilakukan oleh wanita berumur 61 tahun bernama Agustina ini, setia selama 23 tahun merawat anaknya yang mengalami penyakit lumpuh.

Suasana sedih sempat terlihat pada wajah seorang ibu Agustina, saat beberapa warganya menjengguk dan menanyakan keadaaan putranya yang menggalami penyakit lumpuh di rumahnya di desa Dawung Kedungpane RT03 RW03 Kecamatan Mijen Semarang. Dirinya saat ini mengaku, bersusah payah merawat putranya yang bernama Caisar Winugrah (23) tahun.

“Semenjak suami saya meninggal dua bulan kemarin, saya tidak bisa meninggalkan anak saya keluar rumah, apalagi untuk bekerja mencari uang,” ungkap ibu yang merupakan penjual bubur ayam dirumahnya.

Ia mengatakan, merawat putranya yang memiliki sakit lumpuh ini sejak masih kecil hingga sampai sekarang. Ia menceritakan, awalnya sakit lumpuh ketika umur delapan bulan, dokter mengatakan anak saya menderita tulang belakang dan harus dioperasi.

“Waktu itu kami bersama suami menunda operasi karena terkait biaya operasi yang mahal. Bahkan untuk menjual rumah masih kurang,” terangnya sambil meneteskan airmata sedih.

Dan kemudian, pada dua tahun hingga tiga tahun menanyakan kembali biaya operasi. Ternyata biaya naik hingga tiga sampai empat kali lipat. Dan akhirnya untuk biaya operasi sampai sekarang belum terwujud.

Lanjutnya, dulu ketika masih bayi dan masih anak-anak saya bisa merawat serta mengendong. Akan tetapi semenjak umur 14 tahun badan mulai terasa berat karena kondisi tubuh mulai gemuk. Sehingga kurang lebih sembilan tahun anak saya hanya bisa berbaring di atas kasur dan tidak bisa melakukan aktivitas apapun.

“Sekarang ini saya hanya bisa pasrah kepada Allah SWT,” tutur Agustina yang terus menggelurkan air mata saat diwawancara.

Dirinya juga berharap dengan kondisi seperti saat ini ada pihak siapapun yang ingin membantu. Karena sekarang ini tidak bisa melakukan aktivitas apapun.

“Sebenarnya saya tidak ingin merepotkan siapapun, karena sekarang ini saya tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya merawat anak saya setiap harinya mulai makan hingga mandi. Saya harap ada seseoarang yang mau berempati dengan kondisi seperti ini,” harapnya.

Sementara itu Ketua RW Dawung Kedungpane Kecamatan Mijen Semarang Sungkono mengakui, bahwa ada salah satu warganya yang bernama Agustina mengalami kesusahan menjalani hidup setelah ditinggal suaminya meninggal, terlebih harus merawat anaknya yang mengalami penyakit lumpuh.

“Kami berharap, dari pemerintah kota maupun daerah bisa membantu warga kami ini. Kami sebagai warga sudah membantu semaksimal mungkin, akan tetapi karena sudah beberapa tahun kami tidak sanggup. Kami harap dari pemerintah bisa membantu warga kami ini yang membutuhkan pertolongan,” harap Sungkono selaku Ketua RW 03 desa Dawung Kedungpane Semarang.(BJ06)

Tulis Komentar Pertama