Home Headline 23 Apotik dan Klinik Di Kota Semarang di Razia

23 Apotik dan Klinik Di Kota Semarang di Razia

37
0
23 Apotik dan Klinik Di Kota Semarang di Razia
         Semarang, 5/10 (BeritaJateng.net)- Petugas gabungan dari Polrestabes Semarang, Dinas Kesehatan, Balai POM Semarang dan Ikatan Apoteker Indonesia melakukan razia di sejumlah apotik dan klinik di Kota Semarang. Razia dilakukan guna mengantisipasi peredaran Pil PCC (Paracetamol Caffeine Carisoprodol).
          Kapolrestabes Semarang Kombes Abioso Seno Aji  menjelaskan meski tidak menemukan pil PCC, petugas gabungan dalam operasi menemukan obat stamina pria di salah satu Apotik di kawasan Ngaliyan, Semarang dan Gudang obat tanpa ijin di Medoho Raya, Semarang.
             “Kita menemukan gudang yang belum ada ijin resmi untuk menyimpan obat-obatan. Di gudang ditemukan obat-obatan namun legal, sedangkan gudangnya tidak berijin, sanksinya administrasi, BPOM yang mengurusi, gudang ini sudah beroperasi selama hampir satu tahun,” ujarnya saat rillis di Mapolrestabes Semarang, Kamis (5/10).
           Selain menemukan gudang obat tanpa ijin, petugas gabungan juga menemukan beberapa kardus obat vitalitas tanpa ijin edar. Obat tersebut ditemukan di Apotik Mualim kawasan Ngalian Kota Semarang. Oleh petugas obat tersebut langsung disita.
23 Apotik dan Klinik Di Kota Semarang di Razia
23 Apotik dan Klinik Di Kota Semarang di Razia

Kepala Bidang Pemeriksaan dan penindakan Balai besar POM Semarang Zetta Rina Puji Astuti menambahkan, untuk temuan tempat penyimpanan obat yang belum mempunyai perijinan pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut.

             Sejumlah obat keras yang disimpan dalam gudang telah disita sementara obat bebas tetap berada di dalam gudang. Penindakan administrasi dikenakan karena pemilik gudang tidak memiliki ijin sarana penyimpanan.
              “Saat ini kita masih mendalami kasus ini, terkait jumlah yang disalurkan masih dalam penyelidikan,” tambahnya.
              Adanya penggrebegan gudang penyimpanan obat tidak berijin, dilakukan setelah tim gabungan Polisi, BPOM, Dinas Kesehatan, dan Ikatan Apoteker Indonesia, melakukan operasi obat illegal disejumlah apotik Klinik di Wilayah Semarang, Rabu (4/10).
23 Apotik dan Klinik Di Kota Semarang di Razia
23 Apotik dan Klinik Di Kota Semarang di Razia

Dalam operasi di bagi tiga tim dan berpencar di tiga wilayah yakni, barat utara dan timur. Saat melakukan operasi di apotik di Wilayah Medoho Raya, Semarang, Petugas gabungan mendapati gudang penyimpanan obat yang berada tepat dibelakang apotik dan saat dilakukan pengecekan ternyata tidak memiliki ijin dan ditemukan obat kadaluarsa.

               Tidak hanya gudang obat  tidak berijin, Petugas gabungan juga menemukan apotik tidak berijin di wilayah Ngaliyan,  petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap pemilik.
               Jika terbukti melakukan pelanggaran untuk pemilik gudang penyimpanan obat dikenakan denda administrasi yang dikenakan pemilik gudang yakni berdasrkan pasal 198 undang-undang ri nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman denda 100 juta rupiah. Sementara untuk Pemilik Apotik jika terbukti bersalah dapat dikenakan Pasal 106 ayat [1] jo. Pasal 1 ayat [4] UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
              Untuk pemilik gudang dan pemilik apotik, saat ini masih dalam pemeriksaan petugas dan belum ditetapkan sebagai tersangka. (Nh/El)new-movie-37-movie_snapshot

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here