Home Lintas Jateng 220 Bank Sampah Telah Didirikan Di Semarang

220 Bank Sampah Telah Didirikan Di Semarang

313
PT Pegadaian Dirikan Bank Sampah Berkonsep Tukar Sampah Jadi Emas

SEMARANG, 9/5 (BeritaJateng.net) – Pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus dikembangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang. Salah satu yang saat ini gencar dilaksanakan adalah pembentukan bank sampah di setiap kelurahan. Hingga saat ini tercatat ada 220 bank sampah di seluruh Kota Semarang.

“Jumlahnya lebih banyak dari kelurahan, jadi ada yang satu kelurahan bank sampahnya dua, ini menunjukkan semangat warga Semarang dalam mengelola sampah dengan sistem pilah sampah,” ujar Kepala DLH Kota Semarang Drs. Muthohar, MM saat ditemui usai membuka kegiatan workshop penyusunan rencana kerja bank sampah.

Dalam kegiatan yang berlansung di Hotel Grasia ini diikuti oleh 32 perwakilan bank sampah, kecamatan dan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. Menurut Muthohar, keberadaan bank sampah ditengah masyarakat sangat penting. “Dengan dikelola masyarakat, tidak semua sampah dikirim ke tempat pemprosesan akhir (TPA) Jatibarang,” katanya.

Dengan langkah ini maka umur TPA Jatibarang bisa lebih lama lagi, karena tidak semua sampah dikirim ke sana. “Ada sekitar 80 persen sampah yang bisa kelola masyarakat, bisa untuk daur ulang dengan memanfaatkan sampah yang masih bernilai ekonomis atau dibuat jadi pupuk kompos,” ujar Drs. Muthohar, MM.

Saat ditanya kondisi di lapangan, Drs. Muthohar, MM mengakui banyak kendala yang dijumpai dalam pengelolaan bank sampah. Saat ini saja tidak semua bank sampah bisa aktif mengelola sampah secara ideal. Hal ini terjadi karena banyak masalah yang dihadapi seperti pengurusnya yang sudah sepuh sehingga tidak optimal.

Selain itu ada juga pengurus yang dilarang oleh anaknya karena sudah sepuh. “Diminta sama anaknya untuk berhenti karena alasan kesehatan atau bahkan ada juga pengurusnya yang wafat,” katanya. Untuk itu dia mengharapkan agar seluruh masyarakat bisa bergotong royong mengelola bank sampah agar kembali aktif.

“Kami akan mendorong agar tetap eksis mengingat manfaatnya yang besar untuk masyarakat,” katanya.

Sementara itu manager Yayasan Bintari yang menjadi salah satu narasumber kegiatan tersebut Amelia Wulansari menambahkan melalui workshop ini diharapkan akan muncul ide-ide baru dalam upaya mengoptimalkan bank sampah.

“Semarang menjadi salah satu kota yang pengelolaan bank sampahnya dinilai baik, semangat warga juga bagus, nah potensi ini harus dikembangkan,” katanya.

Pihaknya juga mengajak masyarakat agar ikut ambil bagian dalam mengelola sampah dilingkungannya masing-masing. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here