Home News Update 2017, Undip Mulai Terapkan Managemen Perguruan Tinggi Berbadan Hukum

2017, Undip Mulai Terapkan Managemen Perguruan Tinggi Berbadan Hukum

608
Universitas Diponegoro (Undip) Semarang

Semarang, 28/11 (BeritaJateng.net) – Universitas Diponegoro Semarang mulai menerapkan operasional manajemen pengelolaan perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) pada tahun depan.

“Sebenarnya, Undip sudah resmi ditetapkan sebagai PTN-BH sejak 2014, namun pada 2015-2016 masih dalam masa transisi,” kata Wakil Rektor I Undip Prof Muhammad Zainuri di Semarang, Senin.

Hal tersebut diungkapkan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip itu di sela “pressconference” pengukuhan guru besar dari Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip.

Dengan dikukuhkannya Prof Luthfi Djauhari Mahfudz sebagai guru besar pada Selasa (29/11) mendatang akan menambah deretan profesor yang dimiliki Undip, yakni 105 guru besar aktif.

Zainuri menjelaskan kehadiran satu guru besar baru itu juga akan menambah semangat Undip yang per 1 Januari 2017 bakal menerapkan operasional manajemen pengelolaan sebagaimana PTN-BH.

“Selama setahun ini, kami kan masih menerapkan operasional manajemen badan layanan umum (BLU) meski sudah berstatus PTN-BH. Ya, kan masa transisi. Pada 2017, Undip murni PTN-BH,” katanya.

Seiring dengan penerapan operasional manajemen murni PTN-BH, kata dia, tentunya Undip harus melangkah lebih baik, terutama terkait hilirisasi riset untuk diimplementasikan industri.

Menurut dia, PTN-BH harus pula berimplikasi positif atas prestasi dan kualitas, seperti jurnal ilmiah internasional sebagai indikasi guru besar yang dilahirkan bukan sekadar memenuhi kebutuhan akademis.

“Guru besar yang dilahirkan tidak sekadar memenuhi kebutuhan akademis, melainkan harus mampu mewujudkan teknologi yang mampu disumbangkan untuk kepentingan masyarakat luas,” katanya.

Namun, ia membantah jika PTN-BH justru menjadikan kuliah mahal sebagaimana dikhawatirkan banyak orang, sebab sepanjang tahun ini kuota beasiswa mahasiswa naik menjadi 38 persen.

“Amanat dari pemerintah, PTN kan harus menyediakan kuota beasiswa minimal 20 persen. Pada 2016 ini, kuota beasiswa malah 38 persen. Targetnya, 50 persen mahasiswa dibantu beasiswa,” katanya.

Bersamaan dengan Undip, kata dia, ada PTN lain yang ditetapkan sebagai PTN-BH, yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Hassanudin, dan Universitas Padjajaran.

“Empat PTN ini termasuk kelompok atau angkatan ketiga PTN-BH. Angkatan pertama, IPB, Universitas Indonesia (UI), UGM, dan IPB, sementara Universitas Sumatera Utara (USU) dan UPI angkatan kedua,” katanya. (Bj)