Home Headline 200 Pusaka Dipamerkan di Museum Ranggawarsita

200 Pusaka Dipamerkan di Museum Ranggawarsita

513
200 Pusaka Dipamerkan di Museum Ranggawarsita

Semarang, 2/5 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 200 pusaka dari seluruh nusantara dipamerkan dalam Gelar Pameran Pesona Pusaka Nusantara 2019 di Museum Ranggawarsita Semarang.

Asdar Winanto, selaku Ketua panitia mengatakan bahwa ada 200 tosan aji atau pusaka koleksi dari seluruh nusantara di Indonesia, pameran ini digelar mulai 2 hingga 5 Mei 2019 mendatang.

Bertema Gelar Pameran Pesona Pusaka Nusantara 2019, acara di gelar bersama paguyuban-paguyuban pecinta keris/pusaka di Jawa Tengah.

“Pameran ini memamerkan 200 pusaka yang bukan hanya milik kolektor Semarang tapi dari seluruh Indonesia. Nantinya kami berencana membuat Katalog buku tentang keris-keris atau pusaka yang ada di Indonesia agar dapat mengedukasi masyarakat dan kaum milenial saat ini agar mengetahui keris atau pusaka,” ungkap Asdar Winanto.

Ia menargetkan sasaran pengunjung masyarakat umum yang memang belum paham tentang tosan aji atau pusaka, serta anak-anak didik dari SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi, agar bisa nguri-nguri budaya Tosan Aji (pusaka).

200 Pusaka Dipamerkan di Museum Ranggawarsita

“Selama ini masih banyak orang menganggap pusaka itu mistis, sehingga kami akan edukasi mereka agar jangan takut dengan tosan aji (pusaka) sebab ini perlu kita lestarikan ke generasi masa depan. Seperti muda-mudi kaum milenial, perlu kami beri edukasi agar dapat mengenal, mengerti dan dapat melestarikan budaya tosan aji (pusaka),” jelasnya.

Menurutnya, untuk mengenalkan tosan aji/pusaka ini tak hanya edukasi secara singkat, pihaknya juga berencana mengajak mereka untuk ikut sarasehan bersama-sama yang akan di gelar setiap hari disini.

“Kita rencana akan ada sarasehan dua kali, dimulai nanti malam pukul 19.00 wib, nanti semua yang hadir dapat menggali informasi tanya jawab bersama para ahli tosan aji/pusaka,” ucapnya.

Asdar berharap dengan adanya Gelar Pameran Pesona Pusaka Nusantara 2019 tersebut dapat terus melestarikan budaya pusaka yang ada di nusantara sejak tahun 900an zaman Budha, kerajaan di Indonesia, hingga pusaka kamerdekan yang ada dan dibuat saat ini. (AK/El)