Home Ekbis 20 Tahun Kiprah APRINDO

20 Tahun Kiprah APRINDO

Pudjianto Ketua APRINDO.Foto/Dok
Pudjianto Ketua APRINDO.Foto/Dok

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) telah genap berusia 20 tahun. Sudah banyak yang dilakukan oleh asosiasi ini dalam mengadvokasi para peritel, bekerja sama dengan pemerintah hingga melakukan kritik terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan dunia usaha, khususnya peritel.
Namun perkembangan saat ini, justru lebih kompleks lagi dibandingkan 20 tahun silam. Pertumbuhan ekonomi yang terus membaik, peran peritel yang makin kuat, serta masuknya peritel asing ke Indonesia yang berlangsung cukup masif dalam lima tahun terakhir ini. Ini jelas tantangan yang tidak mudah.
Sekedar kilas balik, saat APRINDO didirikan oleh sejumlah pengusaha ritel kondisi ekonomi dan politik cukup stabil. Namun persaingan pun belum seketat seperti sekarang. Para pelaku usaha ritel kecil dan menengah belum bertumbuh seperti saat ini. Awalnya organisasi ini masih berkutat pada usaha ritel besar.
Tapi saat ini, dengan kondisi demografi yang baik dan pertumbuhan ekonomi yang terus merangkak naik berdampak pada daya beli masyarakat. Peritel jelas mendapatkan keuntungan dari berkah ekonomi ini. Pertumbuhan ritel berjaringan hingga toko independen yang tersebar di pelosok tanah air pantas untuk disyukuri. Satu ritel kecil saja bisa membuka puluhan lapangan pekerjaan, belum dampak lanjutannya bagi para produsen dan pemasok, pedagang kecil ikut berjualan di sekitar toko bahkan jasa para tukang ojek.

Karena itu, ritel sebenarnya bukanlah entitas bisnis yang dikerjakan oleh para pengusaha besar. Ritel juga milik para pelaku usaha kecil dan menengah. Bila dulu antara peritel besar dan pedagang usaha kecil menengah sering dibenturkan, kini paradigma itu perlahan mulai mencair. Sebab pada dasarnya, Peritel punya tujuan yang sama yakni mencari rezeki dengan asas persaingan yang sehat. Tidak ada semangat untuk menjegal apalagi mematikan kelompok lain. Justru semangat saling bekerja sama itu yang harus ditumbuhkan dan kini terus diperjuangkan oleh para pengurus APRINDO.
Apalagi hadirnya peritel asing yang membawa modal besar berbunga murah, teknologi yang lebih canggih dan tentu saja manajemen yang modern. Inilah tantangan sesungguhnya para pelaku usaha ritel baik besar maupun kecil, bersatu dan bersama untuk bersaing secara sehat dengan peritel asing. Apalagi tepat 1 tahun lagi kita akan memasuki pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Terbukanya liberalisasi ekonomi ini tidak perlu ditakuti, namun harus dihadapi dengan meningkatkan daya saing produk dalam negeri. Dan komitmen peritel Indonesia untuk turut mendorong, menjadi ujung tombak pemasaran produk dalam negeri.
Karena itu, tidak ada cara lain selain memperkuat organisasi para peritel. Sekali lagi, ini bukan organisasi bagi peritel besar dan sudah punya nama saja, tapi juga ritel-ritel kecil (UMKM) yang mulai merangkak menapaki dunia bisnis. Justru peritel kecil inilah yang semestinya dirangkul untuk mendapatkan dukungan demi kemajuannya. Karena itu, APRINDO membuka diri terhadap pelaku usaha ritel kecil dan menengah.
Dengan bergabung dalam satu wadah, maka kesamaan pandangan akan mudah dicapai. Hambatan pun bisa dicarikan jalan keluar secara bersama-sama. Pemerintah pun akan punya mitra sejajar kala mereka menyusun regulasi. Ini penting, sebab pembuatan kebijakan pemerintah dalam bidang perdagangan jelas berpengaruh terhadap peritel. Maka asosiasi akan menjadi pemberi masukan penting sehingga kebijakan yang dikeluarkan pemerintah selaras bahkan menjadi pelumas dalam upaya mempercepat kemajuan ritel. Hambatan yang sering menghadang seperti kenaikan tarif dasar listrik, biaya sewa ruang, pajak, hingga upah buruh, bisa diselesaikan bersama tanpa merugikan pihak lain. Selamat ulang tahun semoga semakin jaya.(Bj02)