Home Headline 2.700 Bangunan di Sungai BKT Rata Tanah

2.700 Bangunan di Sungai BKT Rata Tanah

189
0
Proyek Normalisasi BKT Semarang, Bangunan PKL Tujuh Kelurahan Rata Tanah
         Semarang, 17/4 (BeritaJateng.net) – Pembongkaran bangunan liar di atas bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) hingga kini masih tinggal sekitar 800 bangunan dari jumlah keseluruhan mencapai 3.500 bangunan di bantaran sungai yang membelah Kota Semarang dari selatan ke utara.
         “Kami menyelesaikan pembongkaran bangunan di atas bantaran sungai BKT dari Jembatan Majapahit ke utara hingga sampai Jembatan Kartini. Hari ini harus selesai dan rata dengan tanah,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di sela-sela memimpin pembongkaran di Jalan Unta Raya.
        Dikatakan, pembongkaran untuk menuntaskan bangunan di atas bantaran BKT di sekitar Kelurahan Sambirejo Kecamatan Gayamsari merupakan kelanjutan pembongkaran Jumat lalu. Dan, kini, Senin, pembongkaran bangunan liar menuntaskan kelanjutan beberapa waktu lalu.
        “Kami menuntaskan pembongkaran Jumat lalu, dari Jembatan Majapahit sisi timur ke utara hingga sampai Jembatan Kartini. Pembongkaran bangunan liar hari Senin harus tuntas, semua bangunan harus rata dengan tanah,” tegas Fajar.
        Menurutnya, secara keseluruhan bangunan di sepanjang bantaran sungai BKT ada sekitar 3.500 bangunan. Tetapi yang sudah rata dengan tanah ada 2.700 bangunan yang sudah diratakan dengan tanah, tinggal sekitar sekitar 800 bangunan saja yang segera ditindaklanjuti untuk dilakukan pembongkaran.
         Jumlah semua bangunan sebanyak 3.500 bangunan di atas bantaran sungai BKT terdiri 4 kecamatan yaitu Kecamatan Genuk, Kecamatan Gayamsari, Kecamatan Semarang Utara dan Kecamatan Semarang Timur dan terdiri dari 12 kelurahan di empat kecamatan tersebut.
        Target bahwa semua bangunan di atas bantaran BKT, semua harus bersih, tegas Fajar hingga satu bulan setelah Lebaran atau usai Juni mendatang.
Pembongkaran bangunan liar di atas bantaran sungai BKT yang dimulai sejak pertengah 2017 tahun lalu hingga kini berlangsung lancar, tidak ada kendala. Warga sekitar bantaran BKT juga ikut mendukung sehingga pembongkaran bangunan liar di tas bantaran BKT, tidak ada kendala sama sekali.
        “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, Polsek Gayamsari yang ikut mendukung pelaksanaan pembongkaran bangunan serta pihak kecamatan terkait,” ucap Fajar Purwoto.
Dibantu relokasi
       Menurut Fajar, kelancaran pembongkaran bangunan di atas bantaran sungai BKT, didukung sepenuhnya oleh Pemkot Semarang  yang jauh hari sudah mempersiapkan tempat penampungan yang layak untuk semua penghuni bantaran sungai tersebut.
        “Kita juga tidak memaksa semua penghuni direlokasi ke Pasar Klithikan Barito Baru Penggaron, tetapi juga ditawarkan dan disesuaikan dengan domisili atau keinginan para penghuni bantaran mau dipindah ke mana,” tambahnya.
         Pemkot kata Fajar, menawarkan relokasi di Pasar Klithikan Barito Baru Penggaron, Pasar Waru, Pasar Banjardowo, serta Pasar Dargo, Pasar Peterongan dan Pasar Bulu, sehingga tidak merepotkan penghuni bantaran sungai BKT menentukan pilihannya karena berdekatan dengan domisili. (El)